Rio merupakan sebuah film animasi 3D ditahun 2011 yang termasuk film keenam dari Blue Sky Studios. Judul film ini mengacu pada nama kota di Brasil, Rio de Janeiro, dan juga sebagai tempat film ini ditetapkan. Film ini disutradarai oleh Carlos Saldanha, dan pengisi suara untuk karakter- karakter dalam film ini termasuk Jesse Eisenberg, Anne Hathaway, George Lopez, Jake T. Austin, Tracy Morgan, Jemaine Clement, Leslie Mann, will.i.am, dan Jamie Foxx. Film ini diproduksi oleh beberapa produser diantaranya John C. Donkin, Bruce Anderson dan Chris Wedge, yang dirilis pada tanggal 8 April 2011 di Brasil, dan pada tanggal 15 April 2011 di Amerika Utara melalui Blue Sky Studios dan oleh 20th Century Fox sebagai distributornya.
Untuk sutradara Saldanha, film ini adalah film personal, sebab ia lahir di Brazil sehingga bisa dikatakan ia sedang mempromosikan kampung halamanya sendiri. Saldanha bukan orang baru dalam dunia film animasi, ia pernah menyutradarai film Ice Age yang bernuansa komedi juga. Tentunya memasang nama-nama beken sebagai pengisi suara bukan sekedar strategi penjualan saja. Saldanha sendiri mengatakan bahwa ia menciptakan profil untuk tiap karakter dan mencoba mencocokkan banyak nama aktor dengan karakternya. Khusus untuk Hathaway, sutradara kelahiran Brasil itu melihat beberapa klip dari film Rachel Getting Married, dan beberapa filmnya. Lalu sutradara ini juga melakukan banyak tes sebelum memutuskan aktor yang mana menyuarakan karakter apa.
Uniknya Hathaway dan Eisenberg hanya berinteraksi di studio saja dalam proses pengisian suara. Tapi bukan berarti mereka adalah dua orang yang tidak saling mengenal sebelumnya secara pribadi, Hathaway dan Eisenberg pernah bermain dalam serial TV Fox tahun 1999 berjudul Get Real di mana mereka berperan sebagai adik dan kakak. Dalam proses pembuatannya, salah satu adegan yang rumit adalah menciptakan adegan karnaval di Rio yang melibatkan banyak karakter. Selain itu, bentuk animasi yang tersulit yakni membuat animasi bulu burung sesuatu yang besar untuk studio animasi Blue Sky anak perusahaan Fox yang berdiri tahun 1987 lalu.
Kisahnya sendiri diinspirasi kejadian nyata yang terjadi tahun 2002 lalu dimana seorang wanita di Denver, Colorado mengakui memiliki burung lanka spix macaw. Ketika sang wanita memberitahu dokter hewan khusus burung. Sang penerima telepon tak begitu saja percaya tapi langsung terkejut ketika melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa sang wanita memiliki burung yang dilindungi dan sangat langka itu. Bahkan sang dokter menganggap bisa jadi itu satu-satunya burung spix macaw di Amerika Serikat.
Di alam raya, burung jenis ini sudah punah dan hanya ada 60 ekor yang dilindungi dan disimpan di tempat pemeliharaan. Sang dokter lalu berhasil melobi wanita itu dan dengan pendekatan pada pihak imigrasi, sang burung dikembalikan ke habitat asalnya, Brazil. Dengan rating PG, sepertinya film ini aman ditonton anak-anak dan bisa jadi meraup keuntungan yang besar sebab kalau anak-anak menonton di bioskop tentunya akan didampingi orangtua mereka.
Sinopsis
Disebuah hutan dekat kota Rio de Janeiro, Brazil, seekor burung terbang dan bernyanyi, sementara ada juga seekor anak burung kakao (Spix macaw) yang belum bisa terbang. Beberapa burung, termasuk kakao tersebut, diculik oleh penyelundup, dan dibawa ke Moose Lake, Minnesota di Amerika Serikat. Kotak yang berisi anak burung tersebut sengaja dibiarkan di jalan, di mana ia ditemukan oleh seorang gadis bernama Linda (Leslie Mann), dan diberi nama "Blu".
Lima belas tahun kemudian, Linda yang kini tinggal di sebuah toko buku kecil di Moose Lake bersama dengan Blu (Jesse Eisenberg), yang masih belum bisa untuk terbang. Kemudian kekasih Linda, yang seorang ilmuwan dari Brazil, Tulio (Rodrigo Santoro), mengatakan kepada Linda bahwa Blu adalah jenis burung kakao terakhir, dan ia harus membawanya ke Rio, supaya dapat pasangan seekor burung berjenis kelamin wanita untuk bisa melestarikan spesiesnya.
Di Rio De Janeiro, Blu bertemu seekor burung macaw betina, Jewel (Anne Hathaway), dan Blu kemudian tertarik kepadanya, dan Jewel melarikan diri saat itu juga. Kemudian ditempat penampungannya, burung-burung tersebut diserbu oleh beberapa penyelundup untuk menculik Blu dan Jewel yang dibantu oleh burung kakatua, Nigel (Jemaine Clement), burung yang agak sadis dan memiliki aksen Jamaika yang kental, yang menyamar sebagai seekor burung sakit- sakitan. Di antara penculik adalah Fernando (Jake T. Austin), seorang remaja Brasil, anak dari keluarga miskin, yang hanya membantu penyelundup untuk mendapatkan uang. Blu dan Jewel ditangkap dan dirantai bersama. Lucunya disitu, Nigel memperkenalkan dirinya kepada mereka melalui lagu, menjelaskan bahwa ia pernah akan digunakan untuk menjadi seekor burung yang tampil di acara TV, tetapi digantikan oleh burung parkit yang jauh lebih menarik. Karena itulah Nigel memelihara kebencian terhadap burung eksotis seperti Jewel, dan karena itu juga ia membantu penculik untuk menangkap Blu dan Jewel. Setelah itu, Blu dan Jewel berhasil melarikan diri dengan masih terantai. Ketika mereka melarikan diri, Nigel mengejar mereka melalui daerah kumuh di Rio, dan setelah Nigel kehilangan jejak mereka, Blu dan Jewel tersesat di hutan terdekat.
Di hari berikutnya Blu dan Jewel bertemu dengan keluarga burung jenis Toco Toucan. Sang ayah dari keluarga burung Toco Toucan tersebut, Rafael (George Lopez), membawa mereka untuk mendatangi temannya seekor bulldog, Luiz (Tracy Morgan), yang bisa melepaskan rantai yang mengikat Blu dan Jewel. Rafael juga mencoba untuk mengajari Blu untuk terbang. Kepala kelompok burung-burung tersebut menuju kota, di mana mereka bertemu dengan seekor burung Red-crested Cardidal bernama Pedro (will.i.am) dan temannya burung kenari kuning yang mungil Nico (Jamie Foxx), dimana Blu sempat bertemu dengannya sebelum bertemu dengan Jewel.
Sementara itu, Nigel meminta bantuan kepada sekelompok monyet pencuri dan raja mereka Mauro (Brian Baumgartner), untuk menemukan Blu dan Jewel. Linda dan Tulio juga mencoba untuk menemukan Blu, dibantu oleh Fernando yang sudah menyesal atas perbuatannya sebelumnya.
Di Rio inilah Blue dan beberapa burung lainnya mengalami berbagai macam kejadian khas Brasil seperti pantai yang cerah dan diisi banyak wisatawan dan karnaval yang meriah. Apakah Blu bisa berjodoh dengan Jewel dan akan bisa meneruskan keturunan speciesnya? Dan apakah Linda juga dapat menemukan Blu? TONTON SAJA FILM nya, oke....
Monday, April 18, 2011
Sunday, April 17, 2011
Scre4m (2011)
Scream 4 merupakan sebuah film slasher/horor ditahun 2011 yang juga merupakan sekuel film keempat dalam serial Scream. Film ini dirilis pada tanggal 15 April 2011 oleh Dimension Films. Angka empat di belakang judul film ini menandakan bahwa ini adalah film keempat dari franchise bunuh membunuh yang terkenal di awal tahun 2000-an ini. Mengambil kembali jajaran pemain di film pertamanya ajaibnya film keempat ini tidak berusaha untuk menipu penonton dengan memakai medium 3D atau setidaknya dikonversi ke 3D untuk meraup uang banyak. Film ini bahkan tidak menjual sensualitas dan erotika yang berlebih untuk memikat remaja, seolah percaya diri bahwa formula seperti ini akan tetap sukses dan memikat. Dari segi bujet juga tidak ada peningkatan drastis, hanya US$40 juta saja dan diperkirakan minimal balik modal.
Bedanya kini tahun 2011, dunia film sudah berubah drastis dan nama Neve Campbell serta Courtney Cox sudah terdengar kadaluwarsa bahkan tidak terkenal lagi di kalangan yang tahun 1996 dulu ketika film pertamanya rilis mungkin baru berusia 10 tahun, tapi benarkah mereka memang sudah kadaluwarsa dan dilupakan banyak orang? Wes Craven dan Kevin Williamson, penulis Scream (1996) dan Scream 2 (1997) kembali untuk film keempat ini dan tetap percaya diri dengan jajaran pemain yang namanya tidak dikenal remaja tapi diketahui orang dewasa. Sebenarnya slasher ini ditujukan hanya untuk dibuat trilogi saja tapi setelah bertahun-tahun produser Bob Weinstein mau membuat film barunya, dan merencanakan jika yang ini sukses akan dibuat dua sekuelnya. Craven sendiri mengungkapkan bahwa ia sangat senang bisa kembali di franchise Scream, apalagi bekerjasama dengan para pemain yang sebelumnya sudah ia kenal.
Dilaporkan bahwa para pemainnya sendiri hanya diberikan naskah sebanyak 75 halaman saja, alias tadak lengkap dengan ending ceritanya untuk melindungi twist dan identitas pembunuh sebenarnya. Selain itu Craven sangat tertutup mengenai detail film ini dengan berusaha mencegah paparazzi memotret lokasi dan keadaan syuting. Hal ini penting sebab jika spoiler sudah muncul sebelum filmnya rilis maka bisa mempengaruhi antusiasme mereka yang akan menonton film ini. Di era dimana slasher seperti ini sudah dianggap basi, akankah film ini sukses? Tampaknya sulit, apalagi memakai bintang-bintang yang bisa disebut sudah kurang bersinar popularitasnya lagi. Mungkin alasan kenapa film ini menarik ada dari segi penasaran. Penonton akan penasaran jenis pembunuhan seperti apa yang akan dimunculkan serta nasib akhir karakternya.
Kalau Anda sudah menonton tiga film sebelumnya tentu Anda akan hapal alur ceritanya dan twist yang mengejutkan yakni pembunuhnya adalah orang dekat para karakter utamanya sendiri. Sempat diisukan bahwa ada syuting ulang, sesuatu yang menandakan bahwa kualitas filmnya bisa jadi tidak baik karena adegan yang dianggap tidak cocok masuk di hasil akhir, tapi Craven membantah bahwa itu hanya untuk menyempurnakan yang ada dan karena adegannya dianggap penting dalam film. Craven sendiri menjanjikan bahwa endingnya akan sangat mengejutkan. Yang jelas film yang akan memacu rasa penasaran Anda ini tidak cocok untuk ditonton anak-anak.
Alur Cerita
Pada peringatan ke-15 tahun pembunuhan di kota Woodsboro oleh Billy Loomis dan Stu Macher, siswi SMU; Jenny (Aimee Teegarden) dan Marnie (Brittany Robertson) diserang dan dibunuh oleh Ghostface, seorang pembunuh bertopeng.
Keesokan harinya, Sidney (Neve Campbell), yang kini sudah menjadi penulis sukses serta sudah sembuh dari trauma atas kejadian mengerikan di masa lalu kembali ke Woodsboro untuk tur mempromosikan buku barunya bersama humasnya bernama Rebecca (Alison Brie). Sidney kemudian menjadi tersangka dalam pembunuhan tersebut, dengan bukti yang ada di mobil sewaannya, dan ia terpaksa harus tinggal di kota sampai kasus pembunuhan tersebut bisa dipecahkan. Sepupunya, Jill (Emma Roberts), yang ada sangkut pautnya dengan pengkhianatan mantan pacarnya, Trevor (Nico Tortorella), mendapat telepon ancaman dari Ghostface, seperti halnya temannya Olivia (Marielle Jaffe). Jill dan Olivia, bersama teman mereka, Kirby (Hayden Panettiere) kemudian mempertanyakan tentang ancaman telepon tersebut kepada Dewey (David Arquette), teman lama Sidney yang kini sudah menjadi sheriff kota, dan salah satu wakilnya, Deputi Judy (Marley Shelton). Sementara itu, istri Dewey bernama Gale (Courteney Cox), sekarang sedang menulis sebuah buku.
Sementara di kota ini, Sidney tinggal bersama bibinya Kate Roberts (Mary McDonnell) dan Jill. Di malam harinya, Olivia, yang tinggal di sebelah rumah Jill, diserang dan dibunuh oleh Ghostface disaat Jill dan Kirby menonton film horor. Sidney pun terganggu oleh teriakan Olivia, dia dan Jill akhirnya berusaha untuk menyelamatkannya, namun keduanya terluka dan dibawa ke rumah sakit, dimana setelah itu humasnya si Rebecca terbunuh juga di lapangan parkir. Gale mencoba untuk memecahkan kasus pembunuhan, dia meminta bantuan dua siswa cadangan yang menjalankan Klub Cinema di SMU; Charlie (Rory Culkin) dan Robbie (Erik Knudsen), yang menjelaskan bahwa pembunuhnya mungkin menggunakan aturan film horor ulangan. Charlie menyimpulkan bahwa si pembunuh mungkin akan menyerang di sebuah pesta yang diselenggarakan malam itu.
Gale pergi ke pesta untuk menyelidiki dengan menaruh 4 buah kamera tersembunyi ditempat pesta, namun dia diserang dan terluka oleh Ghostface, yang melarikan diri saat Dewey tiba, dan Gale segera dibawa ke rumah sakit. Tak lama kemudian di rumah Jill, dua polisi; Perkins (Anthony Anderson) dan Hoss (Adam Brody) ditemukan mati. Sidney menemukan bahwa Jill telah meninggalkan kamarnya dan pergi ke rumah Kirby. Sidney pun turun untuk memberitahu Kate, tapi si pembunuh datang dan mengejar mereka, Kate pun terbunuh. Setelah Judy tiba, Sidney bergegas ke rumah Kirby untuk menyelamatkan Jill sendiri.
Jill, Kirby, Charlie, Robbie dan Trevor berada di rumah Kirby ketika Ghostface muncul dan membunuh Robbie yang sedang mabuk, dimana setelah itu Sidney tiba. Kirby dipaksa oleh Ghostface untuk menjawab trivia film horor untuk menyelamatkan Charlie yang terikat di luar. Sidney pergi ke atas untuk menemukan Jill. Percaya bahwa dia telah memenangkan permainan itu, Kirby pergi keluar untuk melepaskan Charlie dari ikatan, namun Charlie menusuk perutnya dan mengungkapkan dirinya sebagai Ghostface. Charlie dan komplotannya menyerang Sidney, dan saat topengnya dibuka, ternyata itu adalah Jill. Jill menjelaskan bahwa dia ingin mendapat perhatian seperti Sidney dan ingin menjadi terkenal dengan berpura-pura menjadi korban pembunuhan dari Trevor. Jill kemudian mengeluarkan Trevor dari lemari dan mengeksekusi dia dengan tembakan ke kepalanya. Jill pun mengkhianati Charlie dan membunuhnya juga agar dia disangka sebagai kaki tangan Trevor, yang menjadikan dirinya satu-satunya korban yang selamat. Jill kemudian menusuk Sidney di perutnya dan menyiksa dirinya sendiri untuk membuatnya tampak seolah-olah Trevor yang menyerang. Sementara itu Dewey, Judy, dan sisanya dari kepolisian tersandung dalam pembantaian tersebut.
Jill kemudian dibawa ke rumah sakit. Setelah menemukan bahwa Sidney masih hidup, dia pergi ke kamar Sidney dan mencoba untuk membunuhnya. Tepat pada waktunya, Dewey, Gale, dan Judy tiba untuk membantunya. Sidney pun memiliki kesempatan untuk menyerang Jill dengan defibrilator dan kemudian menembak dadanya hingga mati. Dewey kemudian memanggil semua unit polisi, wartawan media luar, dan mengkonfirmasikan bahwa Jill adalah "pahlawan tunggal yang masih hidup".
Bedanya kini tahun 2011, dunia film sudah berubah drastis dan nama Neve Campbell serta Courtney Cox sudah terdengar kadaluwarsa bahkan tidak terkenal lagi di kalangan yang tahun 1996 dulu ketika film pertamanya rilis mungkin baru berusia 10 tahun, tapi benarkah mereka memang sudah kadaluwarsa dan dilupakan banyak orang? Wes Craven dan Kevin Williamson, penulis Scream (1996) dan Scream 2 (1997) kembali untuk film keempat ini dan tetap percaya diri dengan jajaran pemain yang namanya tidak dikenal remaja tapi diketahui orang dewasa. Sebenarnya slasher ini ditujukan hanya untuk dibuat trilogi saja tapi setelah bertahun-tahun produser Bob Weinstein mau membuat film barunya, dan merencanakan jika yang ini sukses akan dibuat dua sekuelnya. Craven sendiri mengungkapkan bahwa ia sangat senang bisa kembali di franchise Scream, apalagi bekerjasama dengan para pemain yang sebelumnya sudah ia kenal.
Dilaporkan bahwa para pemainnya sendiri hanya diberikan naskah sebanyak 75 halaman saja, alias tadak lengkap dengan ending ceritanya untuk melindungi twist dan identitas pembunuh sebenarnya. Selain itu Craven sangat tertutup mengenai detail film ini dengan berusaha mencegah paparazzi memotret lokasi dan keadaan syuting. Hal ini penting sebab jika spoiler sudah muncul sebelum filmnya rilis maka bisa mempengaruhi antusiasme mereka yang akan menonton film ini. Di era dimana slasher seperti ini sudah dianggap basi, akankah film ini sukses? Tampaknya sulit, apalagi memakai bintang-bintang yang bisa disebut sudah kurang bersinar popularitasnya lagi. Mungkin alasan kenapa film ini menarik ada dari segi penasaran. Penonton akan penasaran jenis pembunuhan seperti apa yang akan dimunculkan serta nasib akhir karakternya.
Kalau Anda sudah menonton tiga film sebelumnya tentu Anda akan hapal alur ceritanya dan twist yang mengejutkan yakni pembunuhnya adalah orang dekat para karakter utamanya sendiri. Sempat diisukan bahwa ada syuting ulang, sesuatu yang menandakan bahwa kualitas filmnya bisa jadi tidak baik karena adegan yang dianggap tidak cocok masuk di hasil akhir, tapi Craven membantah bahwa itu hanya untuk menyempurnakan yang ada dan karena adegannya dianggap penting dalam film. Craven sendiri menjanjikan bahwa endingnya akan sangat mengejutkan. Yang jelas film yang akan memacu rasa penasaran Anda ini tidak cocok untuk ditonton anak-anak.
Alur Cerita
Pada peringatan ke-15 tahun pembunuhan di kota Woodsboro oleh Billy Loomis dan Stu Macher, siswi SMU; Jenny (Aimee Teegarden) dan Marnie (Brittany Robertson) diserang dan dibunuh oleh Ghostface, seorang pembunuh bertopeng.
Keesokan harinya, Sidney (Neve Campbell), yang kini sudah menjadi penulis sukses serta sudah sembuh dari trauma atas kejadian mengerikan di masa lalu kembali ke Woodsboro untuk tur mempromosikan buku barunya bersama humasnya bernama Rebecca (Alison Brie). Sidney kemudian menjadi tersangka dalam pembunuhan tersebut, dengan bukti yang ada di mobil sewaannya, dan ia terpaksa harus tinggal di kota sampai kasus pembunuhan tersebut bisa dipecahkan. Sepupunya, Jill (Emma Roberts), yang ada sangkut pautnya dengan pengkhianatan mantan pacarnya, Trevor (Nico Tortorella), mendapat telepon ancaman dari Ghostface, seperti halnya temannya Olivia (Marielle Jaffe). Jill dan Olivia, bersama teman mereka, Kirby (Hayden Panettiere) kemudian mempertanyakan tentang ancaman telepon tersebut kepada Dewey (David Arquette), teman lama Sidney yang kini sudah menjadi sheriff kota, dan salah satu wakilnya, Deputi Judy (Marley Shelton). Sementara itu, istri Dewey bernama Gale (Courteney Cox), sekarang sedang menulis sebuah buku.
Sementara di kota ini, Sidney tinggal bersama bibinya Kate Roberts (Mary McDonnell) dan Jill. Di malam harinya, Olivia, yang tinggal di sebelah rumah Jill, diserang dan dibunuh oleh Ghostface disaat Jill dan Kirby menonton film horor. Sidney pun terganggu oleh teriakan Olivia, dia dan Jill akhirnya berusaha untuk menyelamatkannya, namun keduanya terluka dan dibawa ke rumah sakit, dimana setelah itu humasnya si Rebecca terbunuh juga di lapangan parkir. Gale mencoba untuk memecahkan kasus pembunuhan, dia meminta bantuan dua siswa cadangan yang menjalankan Klub Cinema di SMU; Charlie (Rory Culkin) dan Robbie (Erik Knudsen), yang menjelaskan bahwa pembunuhnya mungkin menggunakan aturan film horor ulangan. Charlie menyimpulkan bahwa si pembunuh mungkin akan menyerang di sebuah pesta yang diselenggarakan malam itu.
Gale pergi ke pesta untuk menyelidiki dengan menaruh 4 buah kamera tersembunyi ditempat pesta, namun dia diserang dan terluka oleh Ghostface, yang melarikan diri saat Dewey tiba, dan Gale segera dibawa ke rumah sakit. Tak lama kemudian di rumah Jill, dua polisi; Perkins (Anthony Anderson) dan Hoss (Adam Brody) ditemukan mati. Sidney menemukan bahwa Jill telah meninggalkan kamarnya dan pergi ke rumah Kirby. Sidney pun turun untuk memberitahu Kate, tapi si pembunuh datang dan mengejar mereka, Kate pun terbunuh. Setelah Judy tiba, Sidney bergegas ke rumah Kirby untuk menyelamatkan Jill sendiri.
Jill, Kirby, Charlie, Robbie dan Trevor berada di rumah Kirby ketika Ghostface muncul dan membunuh Robbie yang sedang mabuk, dimana setelah itu Sidney tiba. Kirby dipaksa oleh Ghostface untuk menjawab trivia film horor untuk menyelamatkan Charlie yang terikat di luar. Sidney pergi ke atas untuk menemukan Jill. Percaya bahwa dia telah memenangkan permainan itu, Kirby pergi keluar untuk melepaskan Charlie dari ikatan, namun Charlie menusuk perutnya dan mengungkapkan dirinya sebagai Ghostface. Charlie dan komplotannya menyerang Sidney, dan saat topengnya dibuka, ternyata itu adalah Jill. Jill menjelaskan bahwa dia ingin mendapat perhatian seperti Sidney dan ingin menjadi terkenal dengan berpura-pura menjadi korban pembunuhan dari Trevor. Jill kemudian mengeluarkan Trevor dari lemari dan mengeksekusi dia dengan tembakan ke kepalanya. Jill pun mengkhianati Charlie dan membunuhnya juga agar dia disangka sebagai kaki tangan Trevor, yang menjadikan dirinya satu-satunya korban yang selamat. Jill kemudian menusuk Sidney di perutnya dan menyiksa dirinya sendiri untuk membuatnya tampak seolah-olah Trevor yang menyerang. Sementara itu Dewey, Judy, dan sisanya dari kepolisian tersandung dalam pembantaian tersebut.
Jill kemudian dibawa ke rumah sakit. Setelah menemukan bahwa Sidney masih hidup, dia pergi ke kamar Sidney dan mencoba untuk membunuhnya. Tepat pada waktunya, Dewey, Gale, dan Judy tiba untuk membantunya. Sidney pun memiliki kesempatan untuk menyerang Jill dengan defibrilator dan kemudian menembak dadanya hingga mati. Dewey kemudian memanggil semua unit polisi, wartawan media luar, dan mengkonfirmasikan bahwa Jill adalah "pahlawan tunggal yang masih hidup".
Saturday, April 16, 2011
Thor (2011)
Thor merupakan sebuah film superhero ditahun 2011 yang disutradarai oleh Kenneth Branagh dan diproduseri oleh Kevin Feige. Film yang naskahnya ditulis oleh Ashley Edward Miller bersama Zack Stentz dan Don Payne ini diadaptasikan dari sebuah karakter buku komik dengan nama sama karya Stan Lee, Larry Lieber dan Jack Kirby yang diterbitkan oleh Marvel Comics, dan juga merupakan film keempat yang dirilis oleh Marvel Cinematic Universe. Film ini dibintangi oleh Chris Hemsworth, Natalie Portman, Tom Hiddleston, Stellan SkarsgÄrd, Colm Feore, Ray Stevenson, Idris Elba, Kat Dennings, Rene Russo dan Anthony Hopkins, dirilis pada tanggal 21 April 2011 di Australia dan pada tanggal 6 Mei 2011 di Amerika Serikat, dan didistribusikan oleh Paramount Pictures.
Meskipun boleh dibilang belum mencapai tahap sangat memuaskan, umumnya film-film yang mengetengahkan sepak terjang superhero Marvel berhasil meraih pencapaian menguntungkan dari segi finansial serta menorehkan prestasi yang lumayan di jajaran box office, pada masa peredarannya. Film-film superhero Marvel juga memiliki karakteristik lebih sederhana, folourful, dan lebih no brainer dibandingkan kisah kepahlawanan superhero DC, yang sejak era Tim Burton sudah memiliki kecenderungan storyline yang lebih kelam dan lebih dewasa.
Usai mengangkat jagoan-jagoan paling populernya satu demi satu ke layar lebar (Spider-Man, Iron Man, The Incredible Hulk, dan Wolverine) mudah diprediksi kalau Marvel harus memutar otak agar mereka bisa mengimbangi kiprah para superhero saingannya; DC yang sukses memikat golongan penonton dewasa dan merubah wajah ideal visualisasi bagaimana film superhero masa kini. Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, untuk mengisi tahun 2011 ini, Marvel Studios kembali meramaikan percaturan film dunia dengan film bertema superheronya yang akan unjuk gigi, di mana kali ini, salah satunya adalah giliran Thor. Inilah langkah Marvel berikutnya, untuk menuju proyek ambisius raksasa mereka; The Avengers; proyek film yang memungkinkan Marvel mempertemukan superhero-superhero besar mereka dalam satu frame film.
Guna mempermudah perealisasiannya, pihak Marvel mau bersusah payah untuk membuatkan film-film perseorangannya terlebih dahulu, sekaligus sebagai ajang perkenalan, di mana dalam kiprah-kiprah solonya, terdapat keterkaitan satu sama lain. Sama halnya dengan koleganya yakni Captain America, tanda-tanda kemunculan Thor sudah dirintis di proyek film Marvel sebelumnya; Iron Man 2. Kala itu adegan penghujung sekuel Iron Man tersebut menampilkan sekilas adegan Mjolnir (palu godam senjata khas Thor) tertancap di dekat sebuah lubang besar yang misterius. Film ini akan menyoroti asal usul Thor sebagai salah satu superhero pelindung umat manusia dan bagaimana sejarahnya ia bisa berjumpa dengan Iron Man dan Captain America, di mana nantinya mereka sepakat membentuk grup koalisi superhero; The Avengers. Tokoh Nick Fury yang diperankan oleh Samuel L. Jackson, dan telah muncul sebelumnya di dua film Iron Man bakalan muncul, sekaligus menjadi penghubung film ini dengan The Avengers. Kemunculan Jackson ini merupakan bagian dari paket kesepakatan sang aktor dengan pihak Marvel, di mana Jackson akan memerankan tokoh agen S.H.I.E.L.D. itu dalam sembilan judul film superhero Marvel. Komikus super kondang Marvel, Stan Lee yang menciptakan Thor pada tahun 1962, bakal muncul cameo sebagai supir truk yang berulang kali mencoba mencabut palu Mjolnir keluar dari kepundan - tempat senjata Thor itu menancap - namun upayanya selalu berujung dengan kegagalan. --source: majalah cinemags--
Alur Cerita
Film dimulai kilas balik pada tahun 965 Masehi di Tonsberg, Norwegia, dimana terjadi perang antara raja Asgard, Odin (Anthony Hopkins) bersama prajuritnya para Asgardian yang melawan pasukan para Raksasa Beku dari Jotunheim yang dipimpin oleh rajanya bernama Laufey (Colm Feore), untuk mencegah Laufey dan pasukannya yang ingin menghancurkan Sembilan Alam di jagad raya, yang dimulai dari Bumi. Para Asgardians akhirnya dapat mengalahkan mereka dan juga dapat mengambil sumber kekuatan mereka, Casket of Ancient Winters.
Beberapa tahun kemudian, putra Odin; Thor (Chris Hemsworth) bersiap untuk naik tahta di Asgard, namun terganggu ketika pasukan Raksasa Beku mengobrak abrik Asgard untuk mengambil Casket tersebut. Tanpa sepengetahuan Odin, Thor melakukan perjalanan ke Jotunheim untuk menyerang balik menghadapi Laufey dan pasukannya. Thor didampingi oleh saudaranya Loki (Tom Hiddleston), teman baiknya Sif (Jaimie Alexander) dan Tiga Ksatria Asgard; Volstagg (Ray Stevenson), Fandral (Joshua Dallas) dan Hogun (Tadanobu Asano). Pertempuran pun terjadi sampai Odin turun tangan untuk menyelamatkan mereka. Atas tindakan arogan yang dilakukan Thor tersebut, mengakibatkan pecahnya perang kuno yang sudah lama berakhir. Sebagai hukumannya, Odin mengambil semua kekuatannya Thor, dan mengasingkannya ke Bumi untuk menjalani hidupnya sebagai orang biasa. Namun, dibumi Thor masih memiliki senjata pemberian ayahnya; Mjolnir, sebuah palu godam yang sebelumnya Odin telah memantrainya hanya bisa digunakan jika Thor layak menggunakannya.
Setelah itu di New Mexico, ilmuwan bernama Jane Foster (Natalie Portman) bersama asistennya Darcy Lewis (Kat Dennings) dan mentornya Dr. Erik Selvig (Stellan Skarsgard), tiba-tiba menemukan dan menabrak Thor. Mereka pun langsung membawanya ke rumah sakit. Sementara palu Mjolnir yang dibuang Odin bersama Thor ditemukan warga sekitar tak jauh dari tempat dia jatuh yang langsung menjadi pusat perhatian warga karena tak ada seorangpun yang mampu mengambil palu tersebut. Hal ini langsung mendapat perhatian pemerintah oleh agen SHIELD yang dipimpin oleh Coulson (Clark Gregg). Coulson pun segera menyita dengan paksa data-data yang di peroleh Jane tentang lubang cacing yang ditinggalkan oleh Thor di Bumi. Setelah Thor menemukan lokasi palu Mjolnir tersebut, dia berusaha untuk mengambilnya dari fasilitas yang segera dibangun oleh SHIELD, namun ia menemukan dirinya tidak mampu untuk mengangkatnya dan akhirnya dia ditangkap. Dengan bantuan Selvig, Thor dibebaskan dan memulai fase barunya sebagai manusia biasa untuk mencari arti tentang hidup serta bersikap sebagai ksatria sejati guna memperoleh kekuatannya kembali. Disaat itulah, Thor mulai mengembangkan kisah cintanya dengan Jane.
Loki akhirnya menemukan dirinya sebenarnya adalah anak Laufey, yang diadopsi oleh Odin setelah perang berakhir. Odin yang mengalami stres akan hal itu dan juga atas pengasingan Thor, dia pun jatuh terlelap dalam "Tidur Odin" yang memungkinkan dia takkan dapat bangun lagi. Loki kemudian menjadi raja dan menawarkan Laufey kesempatan untuk membunuh Odin dan mengambil Casket milik bangsanya. Sif dan Tiga Ksatria tidak puas dengan aturan Loki, mereka berusaha untuk mengembalikan Thor dari pengasingannya. Mereka kemudian meyakinkan Heimdall (Idris Elba), sang penjaga gerbang Bifrost (Jembatan Pelangi Asgard), sebuah jalan antara dua dunia untuk menuju ke bumi. Mengetahui rencana mereka, Loki mengirimkan Destroyer ke bumi untuk mengejar mereka dan membunuh Thor. Sif dan Tiga Ksatria akhirnya bertemu Thor, namun Destroyer menyerang dan mengalahkan mereka hingga membuat Thor menawarkan dirinya sendiri kepada Destroyer sebagai gantinya, dimana pengorbanan Thor tersebut membuktikan kalau dia layak untuk memegang Mjolnir. Palu pun kembali kepadanya, memulihkan kekuatan dan memungkinkan dia untuk mengalahkan Destroyer. Mencium Jane sebagai ucapan selamat tinggal dan berjanji untuk kembali, Thor dan teman-teman Asgardiansnya kembali untuk menghadapi Loki.
Meskipun boleh dibilang belum mencapai tahap sangat memuaskan, umumnya film-film yang mengetengahkan sepak terjang superhero Marvel berhasil meraih pencapaian menguntungkan dari segi finansial serta menorehkan prestasi yang lumayan di jajaran box office, pada masa peredarannya. Film-film superhero Marvel juga memiliki karakteristik lebih sederhana, folourful, dan lebih no brainer dibandingkan kisah kepahlawanan superhero DC, yang sejak era Tim Burton sudah memiliki kecenderungan storyline yang lebih kelam dan lebih dewasa.
Usai mengangkat jagoan-jagoan paling populernya satu demi satu ke layar lebar (Spider-Man, Iron Man, The Incredible Hulk, dan Wolverine) mudah diprediksi kalau Marvel harus memutar otak agar mereka bisa mengimbangi kiprah para superhero saingannya; DC yang sukses memikat golongan penonton dewasa dan merubah wajah ideal visualisasi bagaimana film superhero masa kini. Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, untuk mengisi tahun 2011 ini, Marvel Studios kembali meramaikan percaturan film dunia dengan film bertema superheronya yang akan unjuk gigi, di mana kali ini, salah satunya adalah giliran Thor. Inilah langkah Marvel berikutnya, untuk menuju proyek ambisius raksasa mereka; The Avengers; proyek film yang memungkinkan Marvel mempertemukan superhero-superhero besar mereka dalam satu frame film.
Guna mempermudah perealisasiannya, pihak Marvel mau bersusah payah untuk membuatkan film-film perseorangannya terlebih dahulu, sekaligus sebagai ajang perkenalan, di mana dalam kiprah-kiprah solonya, terdapat keterkaitan satu sama lain. Sama halnya dengan koleganya yakni Captain America, tanda-tanda kemunculan Thor sudah dirintis di proyek film Marvel sebelumnya; Iron Man 2. Kala itu adegan penghujung sekuel Iron Man tersebut menampilkan sekilas adegan Mjolnir (palu godam senjata khas Thor) tertancap di dekat sebuah lubang besar yang misterius. Film ini akan menyoroti asal usul Thor sebagai salah satu superhero pelindung umat manusia dan bagaimana sejarahnya ia bisa berjumpa dengan Iron Man dan Captain America, di mana nantinya mereka sepakat membentuk grup koalisi superhero; The Avengers. Tokoh Nick Fury yang diperankan oleh Samuel L. Jackson, dan telah muncul sebelumnya di dua film Iron Man bakalan muncul, sekaligus menjadi penghubung film ini dengan The Avengers. Kemunculan Jackson ini merupakan bagian dari paket kesepakatan sang aktor dengan pihak Marvel, di mana Jackson akan memerankan tokoh agen S.H.I.E.L.D. itu dalam sembilan judul film superhero Marvel. Komikus super kondang Marvel, Stan Lee yang menciptakan Thor pada tahun 1962, bakal muncul cameo sebagai supir truk yang berulang kali mencoba mencabut palu Mjolnir keluar dari kepundan - tempat senjata Thor itu menancap - namun upayanya selalu berujung dengan kegagalan. --source: majalah cinemags--
Alur Cerita
Film dimulai kilas balik pada tahun 965 Masehi di Tonsberg, Norwegia, dimana terjadi perang antara raja Asgard, Odin (Anthony Hopkins) bersama prajuritnya para Asgardian yang melawan pasukan para Raksasa Beku dari Jotunheim yang dipimpin oleh rajanya bernama Laufey (Colm Feore), untuk mencegah Laufey dan pasukannya yang ingin menghancurkan Sembilan Alam di jagad raya, yang dimulai dari Bumi. Para Asgardians akhirnya dapat mengalahkan mereka dan juga dapat mengambil sumber kekuatan mereka, Casket of Ancient Winters.
Beberapa tahun kemudian, putra Odin; Thor (Chris Hemsworth) bersiap untuk naik tahta di Asgard, namun terganggu ketika pasukan Raksasa Beku mengobrak abrik Asgard untuk mengambil Casket tersebut. Tanpa sepengetahuan Odin, Thor melakukan perjalanan ke Jotunheim untuk menyerang balik menghadapi Laufey dan pasukannya. Thor didampingi oleh saudaranya Loki (Tom Hiddleston), teman baiknya Sif (Jaimie Alexander) dan Tiga Ksatria Asgard; Volstagg (Ray Stevenson), Fandral (Joshua Dallas) dan Hogun (Tadanobu Asano). Pertempuran pun terjadi sampai Odin turun tangan untuk menyelamatkan mereka. Atas tindakan arogan yang dilakukan Thor tersebut, mengakibatkan pecahnya perang kuno yang sudah lama berakhir. Sebagai hukumannya, Odin mengambil semua kekuatannya Thor, dan mengasingkannya ke Bumi untuk menjalani hidupnya sebagai orang biasa. Namun, dibumi Thor masih memiliki senjata pemberian ayahnya; Mjolnir, sebuah palu godam yang sebelumnya Odin telah memantrainya hanya bisa digunakan jika Thor layak menggunakannya.
Setelah itu di New Mexico, ilmuwan bernama Jane Foster (Natalie Portman) bersama asistennya Darcy Lewis (Kat Dennings) dan mentornya Dr. Erik Selvig (Stellan Skarsgard), tiba-tiba menemukan dan menabrak Thor. Mereka pun langsung membawanya ke rumah sakit. Sementara palu Mjolnir yang dibuang Odin bersama Thor ditemukan warga sekitar tak jauh dari tempat dia jatuh yang langsung menjadi pusat perhatian warga karena tak ada seorangpun yang mampu mengambil palu tersebut. Hal ini langsung mendapat perhatian pemerintah oleh agen SHIELD yang dipimpin oleh Coulson (Clark Gregg). Coulson pun segera menyita dengan paksa data-data yang di peroleh Jane tentang lubang cacing yang ditinggalkan oleh Thor di Bumi. Setelah Thor menemukan lokasi palu Mjolnir tersebut, dia berusaha untuk mengambilnya dari fasilitas yang segera dibangun oleh SHIELD, namun ia menemukan dirinya tidak mampu untuk mengangkatnya dan akhirnya dia ditangkap. Dengan bantuan Selvig, Thor dibebaskan dan memulai fase barunya sebagai manusia biasa untuk mencari arti tentang hidup serta bersikap sebagai ksatria sejati guna memperoleh kekuatannya kembali. Disaat itulah, Thor mulai mengembangkan kisah cintanya dengan Jane.
Loki akhirnya menemukan dirinya sebenarnya adalah anak Laufey, yang diadopsi oleh Odin setelah perang berakhir. Odin yang mengalami stres akan hal itu dan juga atas pengasingan Thor, dia pun jatuh terlelap dalam "Tidur Odin" yang memungkinkan dia takkan dapat bangun lagi. Loki kemudian menjadi raja dan menawarkan Laufey kesempatan untuk membunuh Odin dan mengambil Casket milik bangsanya. Sif dan Tiga Ksatria tidak puas dengan aturan Loki, mereka berusaha untuk mengembalikan Thor dari pengasingannya. Mereka kemudian meyakinkan Heimdall (Idris Elba), sang penjaga gerbang Bifrost (Jembatan Pelangi Asgard), sebuah jalan antara dua dunia untuk menuju ke bumi. Mengetahui rencana mereka, Loki mengirimkan Destroyer ke bumi untuk mengejar mereka dan membunuh Thor. Sif dan Tiga Ksatria akhirnya bertemu Thor, namun Destroyer menyerang dan mengalahkan mereka hingga membuat Thor menawarkan dirinya sendiri kepada Destroyer sebagai gantinya, dimana pengorbanan Thor tersebut membuktikan kalau dia layak untuk memegang Mjolnir. Palu pun kembali kepadanya, memulihkan kekuatan dan memungkinkan dia untuk mengalahkan Destroyer. Mencium Jane sebagai ucapan selamat tinggal dan berjanji untuk kembali, Thor dan teman-teman Asgardiansnya kembali untuk menghadapi Loki.
Subscribe to:
Posts (Atom)


