Berbeda dengan kecenderungan tipe film yang biasanya dibintangi oleh Matthew McConaughey, yang rata-rata bergenre drama komedi romantis, The Lincoln Lawyer merupakan film yang menandai kemunculan pertama McConaughey di tahun 2011 yang bergenre drama thriller suspense. Bisa jadi ini merupakan cara sang aktor untuk melunturkan imejnya sebagai aktor spesialis drama komedi romantis dan kembali menegaskan bahwa ia adalah aktor yang mampu bermain dalam film bergenre apapun. Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa sebelum kondang sebagai salah satu heartthrob Hollywood (dikarenakan seringnya memerankan sosok 'penakluk wanita' dalam berbagai judul film bergenre drama komedi romantis) aktor asal Australia ini di masa awal-awal karir film layar lebarnya pernah memerankan sosok pengacara dalam film adaptasi novel karya John Grisham ditahun 1996, A Time To Kill.
Film ini disutradarai oleh Brad Furman, sineas asal Amerika yang sebelumnya melakukan debutnya kala menyutradarai The Take (2008). Naskahnya sendiri ditulis oleh John Romano, yang diadaptasi dari sebuah novel fiksi tentang kriminal berjudul sama yang terbit pada tahun 2005 buah karya penulis asal Amerika, Michael Connelly.
Untuk jajaran pemainnya selain McConaughey, film ini akan dibintangi oleh aktris yang mulai terkenal ketika menjadi pemeran pendukung dalam spin off serial TV The Cosby Show berjudul A Different World (1987); Marisa Tomei, aktor yang berperan sebagai Sebastian Valmont dalam Cruel Intentions (1999); Ryan Phillippe, aktor yang telah membintangi banyak film termasuk dalam A Beautiful Mind (2001) dan Poseidon (2006); Josh Lucas, aktor Kolumbia yang pernah memerankan Luigi dalam Super Mario Bros (1993); John Leguizamo, aktor yang sebelumnya tampil dalam Battle: Los Angeles (2011); Michael Peña, aktor yang pernah melakukan peran terbaiknya sebagai Warden dalam The Shawshank Redemption (1994); Bob Gunton, aktor yang akan tampil sebagai Vilos Cohaagen dalam Total Recall (2012); Bryan Cranston, serta aktor nominasi Oscar lewat perannya dalam Fargo (1996); William H. Macy.
Dirilis pada tanggal 18 Maret 2011, film yang menghabiskan biaya produksi sebesar $40 juta ini berhasil meraup total pendapatan sebesar $85,507,593 dari peredarannya di seluruh dunia.
Alur Cerita
Mick Haller (Matthew McConaughey) adalah seorang pengacara kasus kriminal di Los Angeles yang kerap menjalankan aktivitasnya dengan menggunakan sarana mobil sedan Lincoln Continental. Haller telah menghabiskan sebagian besar karirnya membela berbagai penjahat, termasuk anggota dari geng motor lokal. Suatu ketika, pengacara berpenampilan flamboyan ini diminta menjadi jaksa pembela bagi seorang playboy dari Beverly Hills bernama Louis Roulet (Ryan Phillippe), putra dari pengusaha real estat sukses, Mary Windsor (Frances Fisher), yang dituduh telah melakukan pemerkosaan dan percobaan pembunuhan terhadap pelacur bernama Reggie Campo (Margarita Levieva).
Semula, Haller mengira kalau Roulet hanyalah pria kaya yang jadi korban pemerasan seperti yang sering ia hadapi, karena itulah ia tak menolak kesempatan emas ini. Saat Haller mulai menangani kasus ini dan melakukan penyelidikan lebih dalam bersama penelitinya bernama Frank Levin (William H. Macy) dengan mencari bukti-bukti untuk membebaskannya dari jerat hukum, ia menyadari kalau kasus ini mirip dengan kasus lama yang pernah ia tangani dari klien sebelumnya yaitu Jesus Martinez (Michael Peña), yang di penjara seumur hidup karena melakukan pembunuhan terhadap Donna Renteria (Yari De Leon), meskipun selalu menyatakan tidak bersalah.
Ketika Martinez dikunjungi Haller di penjaranya di San Quentin, dia menjadi gelisah setelah Haller menunjukkan kepadanya foto Roulet. Haller mulai menduga kalau Roulet adalah pembunuh sebenarnya dari kasus Martinez, namun karena dia terikat dengan hak istimewa pengacara-klien, dia harus menjaga kerahasiaan tersebut dan tidak bisa memberitahu kepada polisi apa yang telah ia pelajari. Mengetahui hal itu, Roulet memasuki rumah Haller di malam harinya dan dengan santai ia mengakui kalau memang ia yang melakukan pembunuhan itu, yang membuat Martinez di penjara. Dia juga membuat ancaman terselubung terhadap anak perempuan Haller bernama Hayley (Mackenzie Aladjem) dengan mantan istrinya, Maggie McPherson (Marisa Tomei).
Levin kemudian ditembak mati setelah dia meninggalkan pesan suara kepada Haller kalau dia telah menemukan tiket Martinez untuk keluar dari penjara. Heidi Sobel (Michaela Conlin) bersama Lankford (Bryan Cranston), dua detektif yang menangani kasus ini memberitahu Haller bahwa senjata yang digunakan untuk membunuh Levin adalah pistol kaliber Colt Woodsman 0.22. Haller bergegas pulang ke rumahnya dan menemukan Colt Woodsman miliknya telah hilang, di mana pistol tersebut adalah hadiah dari gangster terkenal LA Mickey Cohen kepada ayahnya. Pistol tersebut diberikan sebagai ucapan terima kasih Cohen kepada ayah Haller yang telah membebaskannya dari sebuah kasus yang menimpahnya. Haller kemudian diduga yang telah membunuh Levin karena kedua detektif tersebut menemukan bahwa kepemilikan Colt Woodsman terdaftar atas namanya, namun Haller percaya pistol itu telah dicuri darinya oleh Roulet ketika memasuki rumahnya.
Karena dia harus melakukan yang terbaik bagi kliennya meski bersalah atau tidak, Haller menjalankan pemeriksaan silang terhadap Campo dan mendiskreditkan dia di mata juri. Namun, Haller juga membuat seorang informan yang di penjara bernama DJ Corliss (Shea Whigham), dengan dalih mengetahui informasi tentang pembunuhan sebelumnya. Ketika Corliss bersaksi, Haller mendiskreditkan dia dan pengadilan yang dipimpin oleh Hakim Fullbright (Reggie Baker) akhirnya memutuskan untuk mengabaikan semua tuduhan kepada Roulet dalam kasus terhadap Campo. Roulet dibebaskan, namun polisi kemudian menangkapnya segera atas pembunuhan sebelumnya terhadap Renteria berdasarkan kesaksian Haller yang didapat dari Corliss, di mana dia sebelumnya telah dibujuknya akan mengeluarkannya dari penjara.
Haller mendapatkan sebuah pistol S&W dari sopirnya bernama Earl (Laurence Mason) untuk pencegahan dari hal-hal yang mungkin akan terjadi kepadanya. Setelah Roulet dibebaskan karena kurangnya bukti, dia segera menetapkan untuk membunuh istri dan anak Haller. Namun Haller yang sudah mengira hal ini, segera menyuruh mereka meninggalkan rumah. Haller kemudian menunggu saat Roulet tiba dan segera menarik pistolnya. Roulet mengejeknya dengan mengatakan bahwa ia tidak akan mampu menjaga keluarganya dengan cara ini setiap hari. Saat itulah, sekelompok geng motor lokal yang dipimpin oleh Eddie Vogel (Trace Adkins) tiba, yang sebelumnya sudah direncanakan Haller, dan dengan brutal mereka menyiksa Roulet. Namun ketika Haller pergi, dia berpesan kepada mereka untuk tidak membunuh Roulet. Dia kemudian mendapat telepon dari Maggie yang mengatakan bahwa Roulet telah mendapat surat tilang di depan apartemen korban pada malam pembunuhan, sebuah bukti yang kuat terhadap Roulet atas percobaan pembunuhannya, dan akan mendukung kebebasan Martinez.
Setelah tiba di rumah, Haller menemukan ibu Roulet, Mary Windsor ada di dalam rumahnya, di mana dia menembak Haller dengan menggunakan Colt Woodsman, pistol yang sama yang telah menewaskan Levin. Mary mengakui bahwa dia yang melakukan pembunuhan tersebut untuk melindungi anaknya. Haller yang terluka, menarik pistol S&W yang dibawanya dan menembakkannya terhadap Mary, dan membunuhnya.
Setelah keluar dari rumah sakit, Haller mendengar bahwa Martinez telah dibebaskan, di mana Kejaksaan Negeri menuntut hukuman mati terhadap Roulet.
Tuesday, April 19, 2011
Monday, April 18, 2011
Big Mommas: Like Father, Like Son (2011)
Big Mommas: Like Father, Like Son merupakan sebuah film komedi ditahun 2011 yang disutradarai oleh John Whitesell dan diproduseri oleh David T. Friendly. Film yang naskahnya ditulis oleh Matthew Fogel bersama Don Rhymer ini merupakan installment ketiga dari seri film Big Mommas, dan juga sekuel dari Big Momma's House (2000) dan Big Momma's House 2 (2006). Film ini dibintangi oleh Martin Lawrence, Brandon T. Jackson, Jessica Lucas, Ana Ortiz, Tony Curran, Faizon Love dan Portia Doubleday, dirilis pada tanggal 18 Februari 2011 dan didistribusikan oleh 20th Century Fox.
Film ini dimaksudkan untuk merubah seri dengan tokoh utama baru dan menarik bagi penonton remaja sebagai target penonton film, walaupun film sebelumnya Big Momma's House 2 lebih berorientasi pada keluarga. Film ini mulai diputar di bioskop pada tanggal 18 Februari 2011.
Sebuah video musik berjudul Imma Do It Big dirilis pada tanggal 9 Februari 2011. Lagu ini dinyanyikan oleh T Jackson bersama One Chance & T-Pain.
Apakah kisah komedi wanita jadi jadian harus sampai dibuat dalam tiga film? Tapi menurut para produser franchise Big Mommas, itu perlu. Bahkan dalam film ini tak hanya komedian Lawrence yang berdandan seperti ibu-ibu tapi anak karakternya, Malcom Turner; Trent Pierce yang juga didandani dengan baju dan dandanan wanita. Hasilnya bisa ditebak, yakni lelucon kasar berbau seks yang akan membuat Anda tertawa terbahak-bahak. Kalau dalam dua film sebelumnya yang menjadi sorotan adalah Malcolm, kali ini ia berbagi dengan Trent.
Sudah jelas, dengan memasukkan dua wanita jadi-jadian di film ini sepertinya produser ada harapan bahwa film yang hanya mengandalkan lelucon kasar ini akan dibuat sekuelnya. Tampaknya nanti karakter Charmaine akan mendapat film sendiri, meneruskan 'perjuangan' Big Momma sebagai wanita jadi-jadian. Dilihat dari cerita, filmnya tampak 'terinspirasi' film klasik Some Like it Hot di mana dalam Hot kisahnya adalah dua musisi pria yang kabur karena menjadi saksi pembunuhan mafia lalu menyamar menjadi wanita untuk bergabung dalam band musik khusus wanita. Bedanya Hot dipuji karena ceritanya menarik serta mengorbitkan Marilyn Monroe, sedangkan yang ini entah mau dibawa kemana. Yang jelas film jenis ini cocok sebagai pelepas stress karena akan membuat Anda tertawa terbahak-bahak.
Alur Cerita
Seorang agen FBI Malcolm Turner (Martin Lawrence) sangat gembira mengetahui bahwa anak tirinya, Trent (Brandon T. Jackson) diterima masuk Universitas Duke. Namun Trent tidak tertarik dan malah menginginkan ayahnya untuk menandatangani kontrak rekaman bagi dirinya karena ia belum cukup umur. Ketika Malcolm menolaknya, Rembrandt (Marc John Jefferies), teman bandnya di "Prodi-G" mengusulkan untuk menjebak ayahnya pada saat dia sibuk bekerja untuk mendapatkan tanda tangan tersebut. Dalam upaya Malcolm untuk menangkap anggota geng Rusia bernama Chirkoff (Tony Curran), dia menggunakan seorang informan bernama Canetti (Max Casella) untuk memberikan flash disk untuk geng, sementara Trent berupaya untuk menjebak Malcolm pada saat bertugas tersebut. Canetti mengungkapkan bahwa flash disk tersebut palsu dan yang asli tersembunyi pada temannya di Sekolah Seni Khusus Perempuan Georgia. Saat bertemu dengan geng, Chirkoff mengetahui kalau Canetti sedang bekerja sama dengan FBI untuk menipunya, dan dia pun terbunuh, dimana Trent menyaksikan pembunuhan tersebut. Malcolm segera menyelamatkan Trent dan mereka melarikan diri. Namun karena mobil Trent tertinggal di TKP, anggota geng melacak mereka dan Malcolm terpaksa menyembunyikan Trent dengan melakukan penyamaran.
Malcolm akhirnya menyamar kembali sebagai Big Momma tua yang jelek, dan Trent menyamar sebagai keponakan perempuannya bernama Charmaine. Big Momma mengambil pekerjaan sebagai seorang ibu asrama di Sekolah Seni Khusus Perempuan Georgia, sementara Charmaine terdaftar sebagai siswi disana. Dikelilingi oleh wanita muda yang menarik, Trent akhirnya dapat berteman dengan seorang gadis bernama Haley Robinson (Jessica Lucas). Kepala sekolah kemudian mengumumkan bahwa kotak musik antik telah dicuri dari perpustakaan, dan Malcolm menyimpulkan bahwa kotak musik tersebut mungkin berisi flash disk yang dicari oleh Chirkoff. Sementara untuk menyelidiki perpustakaan, Big Momma bertemu dengan satpam Kurtis Kool (Faizon Love), yang mencoba untuk merayunya saat dia minta ijin untuk menyelidiki perpustakaan. Melihat foto Curtis bersama Canetti, Malcolm menyadari bahwa dia adalah berteman, dan dia mencoba untuk mengetahui lebih lanjut tentang kotak musik.
Sementara itu, anggota geng mendekati teman-teman Trent; Rembrandt dan Scratch (Brandon Gill), yang menyamar sebagai produser rekaman dan mendorong dua anak tersebut untuk memberitahu keberadaan Trent.
Charmaine kemudian merencanakan pertemuan antara Haley dan dirinya sendiri (Trent), meskipun dia ragu kalau Haley akan tertarik padanya yang tampak egois dimata Haley sebagai penyanyi rap alias Trent. Charmaine akhirnya kembali ke bentuk sejatinya sebagai Trent untuk bertemu dengan Haley dan kencan berjalan dengan baik, namun pertemuannya dengan Rembrandt dan Scratch menyebabkan anggota geng mengikuti mereka. Trent kemudian berjanji akan membantu Haley melakukan duet dengannya di pertunjukan "Showcase" nya pada hari berikutnya, dan keduanya saling berciuman sebelum berpisah. Sebelum anggota geng dapat menangkap Trent, ia menyamar menjadi Charmaine kembali dan dapat menipudaya mereka.
Belajar dari sebuah transaksi antara dua siswi dan Curtis, Big Momma mencoba untuk menggoda Curtis dalam rangka untuk menangkapnya karena telah mencuri kotak musik. Namun transaksi rahasia tersebut hanyalah transaksi seekor ayam jago yang dicuri dari sekolahan St. Ignatius. Selama pertemuan inilah, Malcolm mengungkapkan identitas sejatinya kepada Curtis. Setelah memperoleh dukungan dari beberapa siswi dengan menawarkan nasihat bijak untuk kenyamanan mereka, Big Momma akhirnya belajar bahwa kotak musik sebenarnya dicuri oleh Haley untuk belajar musik.
Ketika Trent akan melakukan duetnya bersama Haley, Malcolm menyuruh Trent untuk mempertahankan penyamarannya sebagai Charmaine, dan mencoba untuk melakukan duet dengan Haley sebagai Charmaine, hanya untuk diketahui penyamarannya. Haley pun marah dan segera pergi dari pertunjukan, anggota geng kemudian datang dan mengejar Trent.
Trent sengaja menarik perhatian mereka saat ia mencoba untuk mengejar Haley untuk menjelaskan soal penyamarannya. Haley akhirnya mengerti, namun anggota geng mengejar dan menodongkan senjata kepada mereka. Big Momma datang dan memberi kesempatan mereka untuk kabur, namun ketiganya tertangkap lagi dan penyamaran Malcolm pun terungkap. Chirkoff berusaha untuk membunuh Malcolm, namun Curtis tiba dengan Taser Gun untuk melumpuhkan Chirkoff. Trent dan Haley berdamai, dan Malcolm menandatangani kontrak rekaman Trent hanya untuk dirobeknya dan dia mengungkapkan kalau rencana barunya adalah kuliah.
Film ini dimaksudkan untuk merubah seri dengan tokoh utama baru dan menarik bagi penonton remaja sebagai target penonton film, walaupun film sebelumnya Big Momma's House 2 lebih berorientasi pada keluarga. Film ini mulai diputar di bioskop pada tanggal 18 Februari 2011.
Sebuah video musik berjudul Imma Do It Big dirilis pada tanggal 9 Februari 2011. Lagu ini dinyanyikan oleh T Jackson bersama One Chance & T-Pain.
Apakah kisah komedi wanita jadi jadian harus sampai dibuat dalam tiga film? Tapi menurut para produser franchise Big Mommas, itu perlu. Bahkan dalam film ini tak hanya komedian Lawrence yang berdandan seperti ibu-ibu tapi anak karakternya, Malcom Turner; Trent Pierce yang juga didandani dengan baju dan dandanan wanita. Hasilnya bisa ditebak, yakni lelucon kasar berbau seks yang akan membuat Anda tertawa terbahak-bahak. Kalau dalam dua film sebelumnya yang menjadi sorotan adalah Malcolm, kali ini ia berbagi dengan Trent.
Sudah jelas, dengan memasukkan dua wanita jadi-jadian di film ini sepertinya produser ada harapan bahwa film yang hanya mengandalkan lelucon kasar ini akan dibuat sekuelnya. Tampaknya nanti karakter Charmaine akan mendapat film sendiri, meneruskan 'perjuangan' Big Momma sebagai wanita jadi-jadian. Dilihat dari cerita, filmnya tampak 'terinspirasi' film klasik Some Like it Hot di mana dalam Hot kisahnya adalah dua musisi pria yang kabur karena menjadi saksi pembunuhan mafia lalu menyamar menjadi wanita untuk bergabung dalam band musik khusus wanita. Bedanya Hot dipuji karena ceritanya menarik serta mengorbitkan Marilyn Monroe, sedangkan yang ini entah mau dibawa kemana. Yang jelas film jenis ini cocok sebagai pelepas stress karena akan membuat Anda tertawa terbahak-bahak.
Alur Cerita
Seorang agen FBI Malcolm Turner (Martin Lawrence) sangat gembira mengetahui bahwa anak tirinya, Trent (Brandon T. Jackson) diterima masuk Universitas Duke. Namun Trent tidak tertarik dan malah menginginkan ayahnya untuk menandatangani kontrak rekaman bagi dirinya karena ia belum cukup umur. Ketika Malcolm menolaknya, Rembrandt (Marc John Jefferies), teman bandnya di "Prodi-G" mengusulkan untuk menjebak ayahnya pada saat dia sibuk bekerja untuk mendapatkan tanda tangan tersebut. Dalam upaya Malcolm untuk menangkap anggota geng Rusia bernama Chirkoff (Tony Curran), dia menggunakan seorang informan bernama Canetti (Max Casella) untuk memberikan flash disk untuk geng, sementara Trent berupaya untuk menjebak Malcolm pada saat bertugas tersebut. Canetti mengungkapkan bahwa flash disk tersebut palsu dan yang asli tersembunyi pada temannya di Sekolah Seni Khusus Perempuan Georgia. Saat bertemu dengan geng, Chirkoff mengetahui kalau Canetti sedang bekerja sama dengan FBI untuk menipunya, dan dia pun terbunuh, dimana Trent menyaksikan pembunuhan tersebut. Malcolm segera menyelamatkan Trent dan mereka melarikan diri. Namun karena mobil Trent tertinggal di TKP, anggota geng melacak mereka dan Malcolm terpaksa menyembunyikan Trent dengan melakukan penyamaran.
Malcolm akhirnya menyamar kembali sebagai Big Momma tua yang jelek, dan Trent menyamar sebagai keponakan perempuannya bernama Charmaine. Big Momma mengambil pekerjaan sebagai seorang ibu asrama di Sekolah Seni Khusus Perempuan Georgia, sementara Charmaine terdaftar sebagai siswi disana. Dikelilingi oleh wanita muda yang menarik, Trent akhirnya dapat berteman dengan seorang gadis bernama Haley Robinson (Jessica Lucas). Kepala sekolah kemudian mengumumkan bahwa kotak musik antik telah dicuri dari perpustakaan, dan Malcolm menyimpulkan bahwa kotak musik tersebut mungkin berisi flash disk yang dicari oleh Chirkoff. Sementara untuk menyelidiki perpustakaan, Big Momma bertemu dengan satpam Kurtis Kool (Faizon Love), yang mencoba untuk merayunya saat dia minta ijin untuk menyelidiki perpustakaan. Melihat foto Curtis bersama Canetti, Malcolm menyadari bahwa dia adalah berteman, dan dia mencoba untuk mengetahui lebih lanjut tentang kotak musik.
Sementara itu, anggota geng mendekati teman-teman Trent; Rembrandt dan Scratch (Brandon Gill), yang menyamar sebagai produser rekaman dan mendorong dua anak tersebut untuk memberitahu keberadaan Trent.
Charmaine kemudian merencanakan pertemuan antara Haley dan dirinya sendiri (Trent), meskipun dia ragu kalau Haley akan tertarik padanya yang tampak egois dimata Haley sebagai penyanyi rap alias Trent. Charmaine akhirnya kembali ke bentuk sejatinya sebagai Trent untuk bertemu dengan Haley dan kencan berjalan dengan baik, namun pertemuannya dengan Rembrandt dan Scratch menyebabkan anggota geng mengikuti mereka. Trent kemudian berjanji akan membantu Haley melakukan duet dengannya di pertunjukan "Showcase" nya pada hari berikutnya, dan keduanya saling berciuman sebelum berpisah. Sebelum anggota geng dapat menangkap Trent, ia menyamar menjadi Charmaine kembali dan dapat menipudaya mereka.
Belajar dari sebuah transaksi antara dua siswi dan Curtis, Big Momma mencoba untuk menggoda Curtis dalam rangka untuk menangkapnya karena telah mencuri kotak musik. Namun transaksi rahasia tersebut hanyalah transaksi seekor ayam jago yang dicuri dari sekolahan St. Ignatius. Selama pertemuan inilah, Malcolm mengungkapkan identitas sejatinya kepada Curtis. Setelah memperoleh dukungan dari beberapa siswi dengan menawarkan nasihat bijak untuk kenyamanan mereka, Big Momma akhirnya belajar bahwa kotak musik sebenarnya dicuri oleh Haley untuk belajar musik.
Ketika Trent akan melakukan duetnya bersama Haley, Malcolm menyuruh Trent untuk mempertahankan penyamarannya sebagai Charmaine, dan mencoba untuk melakukan duet dengan Haley sebagai Charmaine, hanya untuk diketahui penyamarannya. Haley pun marah dan segera pergi dari pertunjukan, anggota geng kemudian datang dan mengejar Trent.
Trent sengaja menarik perhatian mereka saat ia mencoba untuk mengejar Haley untuk menjelaskan soal penyamarannya. Haley akhirnya mengerti, namun anggota geng mengejar dan menodongkan senjata kepada mereka. Big Momma datang dan memberi kesempatan mereka untuk kabur, namun ketiganya tertangkap lagi dan penyamaran Malcolm pun terungkap. Chirkoff berusaha untuk membunuh Malcolm, namun Curtis tiba dengan Taser Gun untuk melumpuhkan Chirkoff. Trent dan Haley berdamai, dan Malcolm menandatangani kontrak rekaman Trent hanya untuk dirobeknya dan dia mengungkapkan kalau rencana barunya adalah kuliah.
Battle: Los Angeles (2011)
Dikenal pula dengan judul World Invasion: Battle Los Angeles, film yang melakukan proses pengambilan gambar pada September hingga Desember 2009 ini lebih memilih Louisiana sebagai lokasi syuting dibandingkan Los Angeles, yang dikarenakan alasan insentif pajak. Liebesman sendiri bermaksud menjadikan film ini sebagai gambaran realistis dari invasi asing dalam gaya sebuah film perang, yang mengambil inspirasi dari film Black Hawk Down (2001), Saving Private Ryan (1998), dan United 93 (2006) untuk gaya film dokumenter. Chris Bertolini, yang mulai dikenal ketika menjadi penulis naskah The General's Daughter (1999), didapuk untuk mengerjakan naskah dari film ini. Film ini akan dibintangi oleh Aaron Eckhart, Michelle Rodriguez, Ramon Rodriguez, Bridget Moynahan, Ne-Yo dan Michael Peña, dirilis pada tanggal 11 Maret 2011 dan didistribusikan oleh Columbia Pictures.
Alur Cerita
Pada bulan Agustus 2011, batu-batu besar yang dianggap sebagai meteor berjatuhan di lautan yang dekat dengan kota-kota besar. Benda-benda asing tersebut kemudian berubah menjadi pesawat ruang angkasa yang mengandung kekuatan-kekuatan asing yang berteknologi tinggi untuk ukuran Bumi. Dan mereka tidak datang dengan damai, melainkan bermaksud untuk menguasai planet ketiga dalam tata surya ini. Para marinir dari Kamp Pendleton kemudian tiba di Los Angeles, termasuk Staff Sersan dari Korps Marinir AS (USMC), Michael Nantz (Aaron Eckhart), seorang veteran yang sudah bertugas selama 20 tahun dan telah kehilangan pasukannya selama perang di Irak. Nantz sebenarnya akan pensiun, namun karena serangan alien tersebut, malah membuatnya beraksi lagi sebagai sersan untuk membantu peleton Kompi Echo, Batalyon Infanteri-5 Marinir.
Di bawah komando Letnan Dua USMC William Martinez (Ramón Rodríguez), seorang perwira yang baru lulus dari akademi militer satu bulan sebelumnya, peleton tiba di pangkalan operasi garis depan (FOB) di Bandara Santa Monica. Mengira pasukan alien tidak memiliki dukungan udara, militer pusat berencana untuk mengebom wilayah Santa Monica, sementara peleton berusaha menyelamatkan warga sipil dari kantor polisi sebelum pengeboman. Saat peleton tiba, mereka disergap oleh pesawat alien dan menderita korban. Mereka pun bekerjasama dengan Pasukan Garda Nasional dari Divisi Infanteri ke-40, termasuk intelijen USAF bernama Elena Santos (Michelle Rodriguez). Di kantor polisi, peleton menemukan lima warga sipil: Michele (Bridget Moynahan) beserta dua keponakannya; Kirsten (Joey King) dan Amy (Jadin Gould), dan juga Joe Rincon (Michael Peña) beserta putranya, Hector (Bryce Cass). Helikopter akhirnya tiba untuk mengevakuasi para marinir yang terluka, namun tidak dapat menyelamatkan warga sipil, yang hancur oleh pesawat alien yang tiba-tiba muncul ketika lepas landas.
Para marinir kemudian menyita sebuah bus kota untuk evakuasi menuju pangkalan. Mereka juga melakukan pembedahan terhadap alien yang terluka untuk penyelidikan, dan dengan bantuan Michele, mereka dapat menemukan titik kelemahan pada tubuh alien tersebut. Mereka juga belajar bahwa pesawat luar angkasa adalah jenis pesawat tak berawak dan sepenuhnya dikendalikan oleh komando pusat yang juga dapat melacak sinyal transmisi radio para marinir. Santos kemudian mengungkapkan bahwa misi aslinya adalah untuk mencari komando pusat alien, yang percaya bahwa penghancuran dapat menonaktifkan semua pesawat ruang angkasa. Di jalan bebas hambatan, para alien muncul untuk menyerang bus. Karena jalan keluarnya sudah hancur, peleton terpaksa melakukan rappelling bagi warga sipil dari jalan tol. Dalam proses itulah, beberapa orang terbunuh termasuk Kopral Nick Stavrou (Gino Anthony Pesi) dan Kopral Muda Steven Mottola (James Hiroyuki Liao), sementara Rincon dan Martinez terluka. Martinez kemudian mengorbankan dirinya untuk menghancurkan unit musuh dengan meledakkan bahan peledak C-4 di dalam bus sebelum meninggalkan perintah kepada Nantz.
Para marinir dan warga sipil yang masih hidup melarikan diri dari zona pengeboman. Sebuah laporan berita televisi berspekulasi bahwa alien ingin memakai air di Bumi untuk mereka gunakan sebagai bahan bakar. Tim pun menunggu waktu pemboman, namun itu tak terjadi. Di bandara, para marinir belajar bahwa alien telah menghancurkan FOB dan militer memutuskan mundur dari Los Angeles. Kompi Echo lalu berencana untuk mengawal warga sipil menuju penjemputan ke titik evakuasi alternatif. Sebelum mereka pergi, Rincon meninggal karena luka-lukanya dan mereka mencapai titik penjemputan dan pergi.
Ketika di udara, helikopter yang mengevakuasi mereka memiliki kesalahan daya dan Nantz berspekulasi bahwa lokasi pusat komando alien ada di sekitar. Dia pun memutuskan untuk menyelidiki daerah tersebut sendiri, namun timnya bersikeras menyertainya. Ketika memasuki ruang bawah tanah, mereka mengkonfirmasi kehadiran pesawat ruang alien besar yang dispekulasi sebagai pusat komando alien dan semuanya kembali ke permukaan. Kerns menghubungi pusat militer untuk mengirimkan peluru kendali, sementara Nantz akan memberitahu target melalui penanda laser. Namun Kerns terbunuh setelah menghubungi militer melalui transmisi radionya. Pusat komando alien menjadi rusak namun masih dapat lepas landas untuk melarikan diri. Berhasil membimbing rudal terakhir melalui laser, sisa marinir dari peleton Kompi Echo akhirnya dapat menghancurkan pusat komando alien tersebut. Bala bantuan pun tiba untuk mengevakuasi para marinir yang masih hidup.
Subscribe to:
Posts (Atom)


