Untuk keseluruhan film ini telah dibiayai oleh StudioCanal, yang berbalik modal melalui finance film internasional. Pada tahun 2009, film ini mendapat nominasi penghargaan dari berbagai festival film internasional untuk kategori film yang disajikan. Sony Pictures Worldwide Acquisitions Group membayar sejumlah tujuh-angka rendah untuk mendapatkan hak mendistribusikan film ini di Amerika Serikat, dan film ini dibuka dengan di rilis di bioskop terbatas di Amerika Serikat pada tanggal 26 Maret 2010 melalui Sony Pictures Classics. Di Amerika Serikat, film ini meraup pemasukan sejumlah $3 juta dan menjadi salah satu film khusus dengan pemasukan tertinggi pada tahun 2010. Di atas kertas, film ini memang sangat menjanjikan. Bagaimana tidak, film ini dibuat berdasarkan film berjudul Nathalie... (2003) yang beredar di tahun 2004 lalu. Versi aslinya sendiri sempat mendapat banyak pujian dari para kritikus film dan bisa jadi prestasi ini ikut 'menular' pada versi remake-nya. Lalu ada Atom Egoyan yang dipercaya menjadi sutradara film bergenre thriller ini. Nama Atom sendiri adalah nama yang sangat diperhitungkan di dunia film, terutama sejak ia membuat film Exotica di tahun 1994 lalu. Nama yang disebut sebagai penulis naskah pun tak bisa diremehkan, di mana Erin Cressida Wilson sempat jadi pembicaraan di kalangan film setelah ia sukses menulis naskah film Secretary (2002) dan Fur (2006).
Didukung dengan nama- nama besar seperti Julianne Moore, Liam Neeson, dan Amanda Seyfried, lengkap sudah nilai plus film ini. Hasilnya, memang tak mengecewakan meski sebenarnya tak lebih bagus dari versi aslinya yang berbahasa Perancis. Chemistry antara tiga pemeran utama ini terbentuk dengan baik meski sebenarnya ketiganya tak benar-benar berinteraksi secara bersamaan. Kalaupun ada yang sedikit jadi ganjalan barangkali adalah ending film ini yang tak sebanding dengan bagian pembuka dan tubuh dari film ini sendiri. Bisa jadi berbedanya ending dan tone dari film ini sendiri adalah masalah bisnis. Bukan tak mungkin studio ikut campur tangan dalam proses pembuatan untuk memastikan investasi mereka bisa kembali, plus keuntungan dari penjualan tiket.
Alur Cerita
Film ini dibuka dengan Chloe (Amanda Seyfried), yang sedang merias dirinya di depan cermin. Dijelaskannya, usahanya sebagai seorang gadis panggilan, ia harus bisa menyenangkan kliennya dengan kata-kata dan sikapnya.
Catherine (Julianne Moore) adalah seorang dokter kandungan yang sukses, sementara suaminya, David (Liam Neeson) adalah seorang dosen perguruan tinggi yang sedang mengajar di luar kota. Tanpa mereka sadari karier mereka telah membuat hubungan mereka jadi makin renggang. Ditambah lagi dengan Michael (Max Thieriot), putra mereka, yang mulai menginjak remaja dan sering menjadi masalah dalam keluarga mereka.
Suatu ketika, Catherine berencana membuat pesta ulang tahun untuk David, namun tiba-tiba saja David mengatakan kalau ia tak bisa pulang karena terlambat sampai di bandara. Dari sini mulai muncul kecurigaan Catherine kalau David berselingkuh, apalagi setelah Catherine melihat foto David sedang memeluk siswi di ponselnya.
Dimalam harinya, David dan Catherine keluar untuk makan malam dengan dua temannya. Saat di restoran, David sempat menggoda pelayan restoran yang malah membuat Catherine makin curiga kalau David memang benar-benar selingkuh. Dia segera menuju kamar kecil, disitu Catherine sempat bertemu dan berbicara dengan Chloe. Di restoran tersebut Chloe sedang bersama kliennya sebagai wanita panggilan.
Setelah bekerja, Catherine berhenti di bar sebuah hotel tempat Chloe menghabiskan sebagian besar waktunya menunggu kliennya. Pertemuan mereka berdua memunculkan ide gila di benak Catherine. Dia membayar Chloe untuk menggoda David dengan maksud menguji kesetiaan suaminya ini. Dia ingin Chloe pergi ke kedai kopi untuk menemui suaminya di pagi hari dan menguji kesetiaannya. Malam berikutnya Catherine dan Chloe bertemu di bar. Chloe menceritakan kepada Catherine soal pertemuannya dengan David, bahwa David memintanya untuk menciumnya, dan dia melakukannya. Marah, Catherine mengatakan kepada Chloe bahwa bukan itu yang seharusnya ia lakukan. Namun Catherine ingin Chloe bertemu dengan suaminya lagi.
Malam berikutnya, Chloe menceritakan kepada Catherine bahwa dia pergi bersama David ke sebuah taman di mana David menggodanya, dan cerita tersebut membuat Catherine patah hati. Sekali lagi, dia ingin Chloe bertemu dengan suaminya kembali. Dan keesokan harinya, Catherine menerima pesan teks dari Chloe di tempat kerjanya untuk meminta menemuinya di sebuah hotel. Ketika tiba, Chloe menceritakan bahwa dia melakukan hubungan seks dengan David. Dia menceritakan pertemuannya dengan David secara mendetail. Tidak hanya membuat Catherine lebih dari patah hati, namun juga membuatnya membangkitkan gairahnya, sehingga Catherine melampiaskannya dengan mencium Chloe, dan membuat Chloe kaget bercampur senang.
Saat Catherine dan David menghadiri pertunjukan Michael bermain piano, dia duduk agak jauh dari David, dan dia merencanakan pertemuannya dengan Chloe. Dia meninggalkan Pertunjukan tersebut untuk menemui Chloe di sebuah hotel dan melakukan hubungan seks dengannya. Setelah itu, pulangnya Catherine dan Chloe menumpang taksi bersama. Sebelum turun dari taxi, Chloe menawarkan sebuah jepit rambut kepadanya, Chloe mengatakan itu adalah milik ibunya, dan ia ingin Catherine memilikinya. Catherine tidak berkomentar tapi dia mengambil jepit rambut itu. Catherine memasuki rumahnya untuk mencari David yang sudah menunggunya. David bertanya padanya apakah dia sudah tidak setia. Catherine menjadi marah dan mengatakan pertanyaan yang sama kepada David, namun David tidak menjawab.
Sore berikutnya, Catherine tiba di kantornya setelah makan siang untuk mencari beberapa panggilan telepon yang tak terjawab, dan email dari Chloe dengan foto mereka saat di tempat tidur bersama. Catherine kemudian menelepon Chloe dan saat itu juga Chloe sedang ada di kantornya dengan membawa bunga. Kemudian Chloe bertanya padanya apakah ia menikmati melakukan seks pada malam itu. Karena malu, Catherine mengakui bahwa ia melakukan itu karena bisnis, dia juga mau membayarnya untuk pekerjaan yang ia lakukan. Chloe meninggalkan kantor Catherine dengan menangis karena sakit hati. Untuk balas dendam, Chloe pergi ketempat latihan hoki Michael untuk merayunya.
Malam itu Catherine dan David pergi ke kedai kopi, di mana Catherine menuntut David untuk mengakui kalau dia selingkuh. David mengakui bahwa ia berbohong kepadanya tapi bohong untuk menghindari pesta ulang tahunnya (karena dia tidak ingin merayakan hari ulang tahunnya), tetapi dia menyangkal kalau dituduh berselingkuh. Chloe tiba-tiba datang dihadapan mereka dan David benar-benar tidak mengenal siapa Chloe. Chloe sadar kalau itu adalah jebakan, dan dia langsung meninggalkan mereka. Catherine juga baru menyadari bahwa Chloe sebenarnya mencintainya, dan cerita-cerita perselingkuhannya dengan David adalah kebohongannya agar dia bisa bersamanya.
Catherine meminta maaf kepada David karena dia tidak percaya padanya dan juga mengaku kalau dirinya sudah melakukan hubungan seks dengan Chloe. David kaget namun dia bisa memahaminya. Kemudian mereka berdua saling merangkul dan berciuman.
Karena cemburu, Chloe pergi ke rumah Catherine dan berhubungan seks dengan Michael di tempat tidur Catherine dan David. Catherine tiba di rumah untuk menemukan mereka. Chloe mengatakan pada Catherine bahwa "uang tidak cukup untuk membuatnya pergi dari kehidupannya". Catherine meminta maaf dan bertanya kepada Chloe apa yang ia inginkan. Chloe meminta ciuman terakhir dan Catherine menurutinya. Michael kemudian melihat apa yang sedang terjadi, Catherine terkejut dan menyebabkan Chloe terdorong keluar dari jendela kamar dan jatuh kebawah yang membuatnya meninggal.
Saturday, April 30, 2011
Monday, April 25, 2011
Sucker Punch (2011)
Akhirnya Zack Snyder mulai menikmati hasil jerih payahnya sejak melakukan debut penyutradaraan pada 2004. Bagaimana tidak, kini sutradara yang namanya langsung melambung berkat film perdananya; Dawn of the Dead (2004) ini memiliki jadwal yang tergolong padat sejak 2009 hingga 2012 nanti, di mana setiap tahunnya, film arahan Snyder meramaikan bioskop-biokop di seluruh dunia, di mulai dari Watchmen (2009), Legend of the Guardians: The Owls of Ga'Hoole (2010), Sucker Punch (2011), serta The Man of Steel (2012). Ini belum termasuk Xerxes; spin off dari 300 (2006), dan sekual Legend of the Guardians yang masih dalam tahap pengembangan dan belum ada jadwal pasti akan dirilisnya.
Seperti karyanya yang lain, baik yang telah dirilis, ataupun yang akan diproduksi, yang merupakan hasil dari adaptasi dari kisah yang telah ada, maka Sucker Punch merupakan film pertama dan satu-satunya, paling tidak hingga tahun 2012, yang merupakan karya orisinil Snyder. Untuk karya orisinil pertamanya ini, sang sutradara menggandeng orang-orang penting yang sebelumnya bekerjasama dengan dirinya dalam Watchmen. Sedangkan untuk pemerannya, Snyder merekrut beberapa bintang yang sudah tidak asing lagi bagi para pencinta film. Sebut saja aktris pemeran Violet Baudelaire dalam Lemony Snicket's A Series of Unfortunate Events (2004); Emily Browning, aktris pengisi suara si burung hantu Otulissa dalam Legend of the Guardians: The Owls of Ga'Hoole; Abbie Cornish, aktris yang tampil sebagai Cheery dalam The Soloist (2009); Jena Malone, aktris yang berperan sebagai Gabriella Montez dalam High School Musical 3: Senior Year (2008); Vanessa Hudgens, aktris pemeran Chi Chi dalam Dragonball Evolution (2009); Jamie Chung, aktris yang pernah menjadi superhero dalam Watchmen; Carla Gugino, serta aktor peraih Golden Globe Jon Hamm (Mad Men TV Series).
Sucker Punch merupakan film fantasi epik menegangkan yang membawa para penontonnya ke dalam sebuah imajinasi dari seorang gadis dalam upayanya untuk melarikan dari sebuah realita nan kelam. Dunia yang tidak dibatasi oleh waktu dan tempat, sehingga ia dapat pergi bebas ke tempat di mana pun pikirannya membawanya. Dan sebuah pertualangan luar biasa yang membuat batas antara dunia nyata dan dunia imajinasi menjadi bias.
Untuk membuat karya orisinilnya ini menjadi sebuah film, Zack Snyder membutuhkan waktu setidaknya lima tahun sejak 2002 dalam mengembangkan naskah bersama Steve Shibuya. Saat naskahnya selesai pada 2007, dibutuhkan tiga tahun lagi dalam berbagai persiapan hingga selesai diproduksi pada 2010, dan akhirnya dirilis pada 25 Maret 2011. Konsep yang diusung oleh Sucker Punch mungkin akan terdengar sedikit rumit apabila dirilis di awal 2010. Namun dengan perilisan film sutradara Christopher Nolan tahun lalu; Inception (2010), dunia berlapis kelihatannya bukan hal yang aneh lagi. Seperti halnya Inception, Sucker Punch juga akan dunia paralel sendiri. Apabila dalam film Nolan, dunia paralel tersebut adalah dunia mimpi dengan berbagai tingkatannya, maka dalam Sucker Punch, Snyder menempatkan imajinasi berlapis sebagai 'mainannya'.
Apabila melihat trailer yang telah dirilis oleh pihak studio, Snyder ternyata menerapkan strategi yang berbeda dengan Inception yang juga berada di bawah bendera Warner Bros. Pictures. Saat promosi, film yang digadang-gadang sebagai salah satu calon peraih Oscar tersebut mengusung konsep kerahasiaan terkait dunia mimpi yang memancing rasa penasaran para penonton, sedangkan Sucker Punch telah membeberkan dari awal bahwa berbagai 'kegilaan' yang terjadi hanyalah sebuah imajinasi dari salah seorang tokohnya. Dengan dukungan orang-orang yang kapabilitasnya tidak perlu diragukan lagi, Snyder terlihat sangat meyakinkan, kelihatannya Sucker Punch dapat memberikan sebuah 'pukulan telak' dan menjadi penanda yang manis bahwa musim panas akan segera dimulai.
Berbeda dengan kebanyakan film-film arahan Snyder sebelumnya, praktis Sucker Punch tidak terlalu mendapat sorotan dari media. Film yang sempat digadang-gadang akan dirilis dalam format 3D ini baru mulai menarik perhatian pada Maret 2007, tidak lama setelah perilisan 300. Namun karena sesuatu dan lain hal, Snyder akhirnya mengesampingkan Sucker Punch dan mulai konsentrasi dalam memproduksi Watchmen. Proyek ini mulai mendapatkan titik terang pada awal 2009 setelah Warner Bros. mengumumkan bahwa mereka akan mendistribusikan Sucker Punch. Hal ini tidak terlepas dari kesuksesan film Watchmen. Pada tahapan ini, Snyder sempat menyatakan bahwa ia akan membuat film yang diproduserinya bersama sang istri, Deborah Snyder, ini sebagai film dengan rating R, namun dalam berbagai wawancara terbaru, ia menegaskan bahwa rating PG-13 menjadi target dari film terbarunya ini.
Sebelum proses pemilihan pemain dimulai pada Maret 2009, Snyder mengungkapkan para pemain ideal yang ia inginkan, di mana ia memutuskan bahwa seluruhnya adalah wanita. Keinginan ini tidak terlepas dari fakta bahwa ia pernah melakukan hal sebaliknya dalam 300. Amanda Seyfried, Abbie Cornish, Evan Rachel Wood, Emma Stone, dan Vanessa Hudgens, merupakan aktris-aktris impian yang ia inginkan. Namun karena alasan masing-masing, Seyfried, Wood, dan Stone terpaksa meninggalkan Sucker Punch di mana posisi mereka kemudian digantikan oleh Emily Browning, Jean Malone dan Jamie Chung.
Pra-produksi dimulai pada Juni 2009 di Kanada. Dalam tahapan ini, Snyder masih terus membuat berbagai gambar konsep, serta mulai membuat beberapa adegan fantasi. Di saat yang bersamaan, di Los Angeles para aktris cantik ini mulai di karantina untuk melakukan berbagai latihan fisik selama 12 minggu, lima hari dalam seminggu, dan enam jam setiap harinya. Proses pelatihan dimulai tanpa kehadiran Hudgens yang saat itu masih disibukkan dengan syuting Beastly (2011). Hudgens baru bergabung dengan rekan-rekannya pada bulan berikutnya. Walaupun menjalani latihan fisik dan koreo yang sangat berat selama lima hari setiap minggunya, para pemain sepakat menyatakan bahwa aktifitas tersebut sangat menyiksa pada awalnya, namun menjadi menyenangkan tidak lama setelah itu. Seluruh latihan dan koreo berada di bawah pengawasan Damon Caro yang sebelumnya telah bekerjasama dengan Snyder dalam 300 dan Watchmen. Snyder ingin membuat sebuah film di mana tidak ada batasan bagi dirinya sama sekali. Hal ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa film yang diperkirakan menghabiskan biaya produksi sebesar $82 juta ini merupakan karya orisinil pertama sang sutradara, dan ia menyatakan itulah bagian tersulitnya. Ia ingin Sucker Punch memiliki cerita yang bagus dan tidak seperti permainan di mana saat kalah, Anda menjadi 'gila'. Seperti halnya Watchmen, tidak seluruh set yang ada merupakan kreasi digital, melainkan gabungan dari set asli dan digital, sebut saja klub malam yang dibangun di sebelah parit untuk seting Perang Dunia I, maupun lorong-lorong suram dari Lennox House. --disadur dari majalah cinemags--
Alur Cerita
Bersetingkan tahun 1950an, gadis berusia 20 tahun yang dijuluki Babydoll (Emily Browning), dikurung secara paksa oleh ayah tirinya di Lennox House, yang merupakan sebuah Rumah Sakit Jiwa dengan pengamanan ketat setelah ia disalahkan atas kematian adiknya (Frederique De Raucourt). Blue Jones (Oscar Isaac), salah satu dokter yang disuap oleh ayah tirinya (Gerard Plunkett) untuk memalsukan tanda tangan dari psikiater, Dr. Vera Gorski (Carla Gugino), agar Babydoll dimasukkan ke RSJ, sehingga dia tidak dapat mengatakan keadaan sebenarnya yang menyebabkan kematian adiknya. Wanita muda yang mengalami pelecehan dari ayah tirinya ini akan menjalani proses lobotomi pada hari kelima ia di sana. Padahal di balik itu, sebenarnya tindakan lobotomi dimaksudkan agar Babydoll tidak dapat bersaksi di pengadilan terkait apa yang dilakukan oleh ayah tirinya kepada ibunya. Tidak ingin hal itu terjadi, Babydoll bertekad untuk keluar dari RSJ tersebut sebelum proses lobotomi dilaksanakan.
Pada hari-hari sebelum ia di Lobotomi, didorong keinginan yang kuat untuk bebas, dengan film ditampilkan dalam dunia fantasi; di mana ia baru saja tiba di sebuah rumah bordil yang dimiliki oleh Blue, yang ia bayangkan sebagai seorang mafia. Dia berteman dengan empat penari lainnya: Amber (Jamie Chung), Blondie (Vanessa Hudgens), Rocket (Jena Malone), dan adik dari Rocket; Sweet Pea (Abbie Cornish). Dr. Gorski dibayangkan sebagai instruktur tari para gadis. Blue mengatakan kepada Babydoll bahwa keperawanannya akan dijual kepada klien yang dikenal sebagai High Roller (Jon Hamm). Roller sebenarnya dokter yang dijadwalkan untuk melakukan Lobotomi tersebut. Setelah menyelamatkan Rocket dari serangan pemerkosaan dari si tukang masak (Malcolm Scott), Gorski menyuruh Babydoll untuk melakukan tarian erotis, selama Babydoll berfantasi berada di sejarah Jepang, dia bertemu Wise Man (Scott Glenn). Setelah ia mengungkapkan keinginannya untuk "melarikan diri", Wise Man memberikan Babydoll senjata. Dia mengatakan bahwa dia akan membutuhkan lima benda dalam perjalanan untuk kabur yaitu peta, api, sebilah pisau, anak kunci, dan benda kelima yaitu benda yang akan membutuhkan "pengorbanan besar" untuk kemenangan yang sempurna. Sebelum berpisah, ia dihadapkan oleh tiga raksasa iblis bersamurai, namun dapat dikalahkannya. Sebagai fantasi terakhirnya, dia menemukan dirinya kembali di rumah bordil, menari dengan membuat Blue dan lainnya yang sedang menontonnya terkesan.
Terinspirasi oleh visi dari Wise Man, Babydoll meyakinkan teman-temannya untuk merencanakan kabur dari tempat itu. Dia menggunakan tarian sebagai selingan, sementara gadis-gadis lain berusaha mendapatkan benda-benda yang dibutuhkan. Pada setiap tarian, dia membayangkan peristiwa petualangannya yang diam-diam sedang berlangsung. Episode ini termasuk mereka yang sedang mendatangi sebuah bunker yang dilindungi oleh tentara zombie bertenaga uap pada Perang Dunia I untuk mendapatkan peta (dicerminkan oleh Sweet Pea yang memasuki kantor Blue dan menyalin peta gedung bordil); menyerbu sebuah istana yang dipenuhi oleh Orc untuk menggorok leher seekor bayi naga yang menyimpan dua kristal dari lehernya (dicerminkan oleh Amber yang mencuri korek api di saku dada seorang kliennya); dan naik kereta untuk memerangi beberapa penjaga robot jago tembak untuk melucuti bom mereka (dicerminkan oleh Rocket yang berusaha mencuri pisau dapur dari sabuk tukang masak). Selama fantasi terakhirnya, Rocket mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Sweet Pea dan meninggal ketika meledakan bom, yang bersamaan dengan perkelahian bersama tukang masak dimana ia tertusuk pisau saat berusaha melindungi Sweet Pea.
Blue sengaja mendengar Blondie menyampaikan rencana Babydoll tersebut kepada Gorski. Setelah mengetahui kejadian mengerikan di dapur, Blue mengunci Sweet Pea yang berduka atas kematian kakaknya dalam lemari pakaian dan menghadapi sisa gadis-gadis di belakang panggung, Blue pun melanjutkan dengan menembak Amber dan Blondie. Dia kemudian mencoba memperkosa Babydoll, namun ia tertusuk dengan pisau dapur dan Babydool mengambil kunci yang ada di lehernya. Babydoll lalu membebaskan Sweet Pea, dan keduanya menyalakan api sehingga mengakibatkan kebakaran. Saat alarm kebakaran berbunyi, pintu pos pemeriksaan lembaga terbuka. Keduanya berhasil melarikan diri ke halaman, di mana mereka menemukan jalan keluar telah diblokir oleh kerumunan pria. Babydoll menyimpulkan bahwa kelima benda yang diperlukan untuk melarikan diri sebenarnya adalah dirinya sendiri. Meskipun Sweet Pea tidak setuju, ia bersikeras mengorbankan dirinya dengan mengalihkan perhatian para pengunjung, sehingga memungkinkan Sweet Pea dapat menyelinap keluar.
Adegan film terpotong kembali ke RSJ di mana ahli bedah High Roller (Hamm) baru saja melakukan Lobotomi terhadap Babydoll. Dokter bedah bingung oleh ekspresi Babydoll dan mulai untuk pertanyaan kepada Gorski mengapa dia menyetujui prosedur tersebut. Hal ini juga mengungkapkan bahwa kejadian di dunia mimpinya juga terjadi di rumah sakit. Gorski menyadari Blue telah memalsukan tanda tangannya, dan memanggil polisi untuk menangkap Blue yang mencoba untuk memperkosa Babydoll setelah di Labotomi. Sementara dibawa pergi, Blue berteriak bahwa itu keinginan ayah tiri dari Babydool. Ketika Blue ditangkap, Babydoll menutup matanya dan membayangkan pelarian diri Sweet Pea. Adegan terakhir adalah di stasiun bus, di mana Sweet Pea dihentikan oleh polisi saat dia mencoba untuk naik bus ke Fort Wayne. Dia diselamatkan oleh sopir bus (Wise Man) dengan mengelabui dua polisi.
Seperti karyanya yang lain, baik yang telah dirilis, ataupun yang akan diproduksi, yang merupakan hasil dari adaptasi dari kisah yang telah ada, maka Sucker Punch merupakan film pertama dan satu-satunya, paling tidak hingga tahun 2012, yang merupakan karya orisinil Snyder. Untuk karya orisinil pertamanya ini, sang sutradara menggandeng orang-orang penting yang sebelumnya bekerjasama dengan dirinya dalam Watchmen. Sedangkan untuk pemerannya, Snyder merekrut beberapa bintang yang sudah tidak asing lagi bagi para pencinta film. Sebut saja aktris pemeran Violet Baudelaire dalam Lemony Snicket's A Series of Unfortunate Events (2004); Emily Browning, aktris pengisi suara si burung hantu Otulissa dalam Legend of the Guardians: The Owls of Ga'Hoole; Abbie Cornish, aktris yang tampil sebagai Cheery dalam The Soloist (2009); Jena Malone, aktris yang berperan sebagai Gabriella Montez dalam High School Musical 3: Senior Year (2008); Vanessa Hudgens, aktris pemeran Chi Chi dalam Dragonball Evolution (2009); Jamie Chung, aktris yang pernah menjadi superhero dalam Watchmen; Carla Gugino, serta aktor peraih Golden Globe Jon Hamm (Mad Men TV Series).
Sucker Punch merupakan film fantasi epik menegangkan yang membawa para penontonnya ke dalam sebuah imajinasi dari seorang gadis dalam upayanya untuk melarikan dari sebuah realita nan kelam. Dunia yang tidak dibatasi oleh waktu dan tempat, sehingga ia dapat pergi bebas ke tempat di mana pun pikirannya membawanya. Dan sebuah pertualangan luar biasa yang membuat batas antara dunia nyata dan dunia imajinasi menjadi bias.
Untuk membuat karya orisinilnya ini menjadi sebuah film, Zack Snyder membutuhkan waktu setidaknya lima tahun sejak 2002 dalam mengembangkan naskah bersama Steve Shibuya. Saat naskahnya selesai pada 2007, dibutuhkan tiga tahun lagi dalam berbagai persiapan hingga selesai diproduksi pada 2010, dan akhirnya dirilis pada 25 Maret 2011. Konsep yang diusung oleh Sucker Punch mungkin akan terdengar sedikit rumit apabila dirilis di awal 2010. Namun dengan perilisan film sutradara Christopher Nolan tahun lalu; Inception (2010), dunia berlapis kelihatannya bukan hal yang aneh lagi. Seperti halnya Inception, Sucker Punch juga akan dunia paralel sendiri. Apabila dalam film Nolan, dunia paralel tersebut adalah dunia mimpi dengan berbagai tingkatannya, maka dalam Sucker Punch, Snyder menempatkan imajinasi berlapis sebagai 'mainannya'.
Apabila melihat trailer yang telah dirilis oleh pihak studio, Snyder ternyata menerapkan strategi yang berbeda dengan Inception yang juga berada di bawah bendera Warner Bros. Pictures. Saat promosi, film yang digadang-gadang sebagai salah satu calon peraih Oscar tersebut mengusung konsep kerahasiaan terkait dunia mimpi yang memancing rasa penasaran para penonton, sedangkan Sucker Punch telah membeberkan dari awal bahwa berbagai 'kegilaan' yang terjadi hanyalah sebuah imajinasi dari salah seorang tokohnya. Dengan dukungan orang-orang yang kapabilitasnya tidak perlu diragukan lagi, Snyder terlihat sangat meyakinkan, kelihatannya Sucker Punch dapat memberikan sebuah 'pukulan telak' dan menjadi penanda yang manis bahwa musim panas akan segera dimulai.
Berbeda dengan kebanyakan film-film arahan Snyder sebelumnya, praktis Sucker Punch tidak terlalu mendapat sorotan dari media. Film yang sempat digadang-gadang akan dirilis dalam format 3D ini baru mulai menarik perhatian pada Maret 2007, tidak lama setelah perilisan 300. Namun karena sesuatu dan lain hal, Snyder akhirnya mengesampingkan Sucker Punch dan mulai konsentrasi dalam memproduksi Watchmen. Proyek ini mulai mendapatkan titik terang pada awal 2009 setelah Warner Bros. mengumumkan bahwa mereka akan mendistribusikan Sucker Punch. Hal ini tidak terlepas dari kesuksesan film Watchmen. Pada tahapan ini, Snyder sempat menyatakan bahwa ia akan membuat film yang diproduserinya bersama sang istri, Deborah Snyder, ini sebagai film dengan rating R, namun dalam berbagai wawancara terbaru, ia menegaskan bahwa rating PG-13 menjadi target dari film terbarunya ini.
Sebelum proses pemilihan pemain dimulai pada Maret 2009, Snyder mengungkapkan para pemain ideal yang ia inginkan, di mana ia memutuskan bahwa seluruhnya adalah wanita. Keinginan ini tidak terlepas dari fakta bahwa ia pernah melakukan hal sebaliknya dalam 300. Amanda Seyfried, Abbie Cornish, Evan Rachel Wood, Emma Stone, dan Vanessa Hudgens, merupakan aktris-aktris impian yang ia inginkan. Namun karena alasan masing-masing, Seyfried, Wood, dan Stone terpaksa meninggalkan Sucker Punch di mana posisi mereka kemudian digantikan oleh Emily Browning, Jean Malone dan Jamie Chung.
Pra-produksi dimulai pada Juni 2009 di Kanada. Dalam tahapan ini, Snyder masih terus membuat berbagai gambar konsep, serta mulai membuat beberapa adegan fantasi. Di saat yang bersamaan, di Los Angeles para aktris cantik ini mulai di karantina untuk melakukan berbagai latihan fisik selama 12 minggu, lima hari dalam seminggu, dan enam jam setiap harinya. Proses pelatihan dimulai tanpa kehadiran Hudgens yang saat itu masih disibukkan dengan syuting Beastly (2011). Hudgens baru bergabung dengan rekan-rekannya pada bulan berikutnya. Walaupun menjalani latihan fisik dan koreo yang sangat berat selama lima hari setiap minggunya, para pemain sepakat menyatakan bahwa aktifitas tersebut sangat menyiksa pada awalnya, namun menjadi menyenangkan tidak lama setelah itu. Seluruh latihan dan koreo berada di bawah pengawasan Damon Caro yang sebelumnya telah bekerjasama dengan Snyder dalam 300 dan Watchmen. Snyder ingin membuat sebuah film di mana tidak ada batasan bagi dirinya sama sekali. Hal ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa film yang diperkirakan menghabiskan biaya produksi sebesar $82 juta ini merupakan karya orisinil pertama sang sutradara, dan ia menyatakan itulah bagian tersulitnya. Ia ingin Sucker Punch memiliki cerita yang bagus dan tidak seperti permainan di mana saat kalah, Anda menjadi 'gila'. Seperti halnya Watchmen, tidak seluruh set yang ada merupakan kreasi digital, melainkan gabungan dari set asli dan digital, sebut saja klub malam yang dibangun di sebelah parit untuk seting Perang Dunia I, maupun lorong-lorong suram dari Lennox House. --disadur dari majalah cinemags--
Alur Cerita
Bersetingkan tahun 1950an, gadis berusia 20 tahun yang dijuluki Babydoll (Emily Browning), dikurung secara paksa oleh ayah tirinya di Lennox House, yang merupakan sebuah Rumah Sakit Jiwa dengan pengamanan ketat setelah ia disalahkan atas kematian adiknya (Frederique De Raucourt). Blue Jones (Oscar Isaac), salah satu dokter yang disuap oleh ayah tirinya (Gerard Plunkett) untuk memalsukan tanda tangan dari psikiater, Dr. Vera Gorski (Carla Gugino), agar Babydoll dimasukkan ke RSJ, sehingga dia tidak dapat mengatakan keadaan sebenarnya yang menyebabkan kematian adiknya. Wanita muda yang mengalami pelecehan dari ayah tirinya ini akan menjalani proses lobotomi pada hari kelima ia di sana. Padahal di balik itu, sebenarnya tindakan lobotomi dimaksudkan agar Babydoll tidak dapat bersaksi di pengadilan terkait apa yang dilakukan oleh ayah tirinya kepada ibunya. Tidak ingin hal itu terjadi, Babydoll bertekad untuk keluar dari RSJ tersebut sebelum proses lobotomi dilaksanakan.
Pada hari-hari sebelum ia di Lobotomi, didorong keinginan yang kuat untuk bebas, dengan film ditampilkan dalam dunia fantasi; di mana ia baru saja tiba di sebuah rumah bordil yang dimiliki oleh Blue, yang ia bayangkan sebagai seorang mafia. Dia berteman dengan empat penari lainnya: Amber (Jamie Chung), Blondie (Vanessa Hudgens), Rocket (Jena Malone), dan adik dari Rocket; Sweet Pea (Abbie Cornish). Dr. Gorski dibayangkan sebagai instruktur tari para gadis. Blue mengatakan kepada Babydoll bahwa keperawanannya akan dijual kepada klien yang dikenal sebagai High Roller (Jon Hamm). Roller sebenarnya dokter yang dijadwalkan untuk melakukan Lobotomi tersebut. Setelah menyelamatkan Rocket dari serangan pemerkosaan dari si tukang masak (Malcolm Scott), Gorski menyuruh Babydoll untuk melakukan tarian erotis, selama Babydoll berfantasi berada di sejarah Jepang, dia bertemu Wise Man (Scott Glenn). Setelah ia mengungkapkan keinginannya untuk "melarikan diri", Wise Man memberikan Babydoll senjata. Dia mengatakan bahwa dia akan membutuhkan lima benda dalam perjalanan untuk kabur yaitu peta, api, sebilah pisau, anak kunci, dan benda kelima yaitu benda yang akan membutuhkan "pengorbanan besar" untuk kemenangan yang sempurna. Sebelum berpisah, ia dihadapkan oleh tiga raksasa iblis bersamurai, namun dapat dikalahkannya. Sebagai fantasi terakhirnya, dia menemukan dirinya kembali di rumah bordil, menari dengan membuat Blue dan lainnya yang sedang menontonnya terkesan.
Terinspirasi oleh visi dari Wise Man, Babydoll meyakinkan teman-temannya untuk merencanakan kabur dari tempat itu. Dia menggunakan tarian sebagai selingan, sementara gadis-gadis lain berusaha mendapatkan benda-benda yang dibutuhkan. Pada setiap tarian, dia membayangkan peristiwa petualangannya yang diam-diam sedang berlangsung. Episode ini termasuk mereka yang sedang mendatangi sebuah bunker yang dilindungi oleh tentara zombie bertenaga uap pada Perang Dunia I untuk mendapatkan peta (dicerminkan oleh Sweet Pea yang memasuki kantor Blue dan menyalin peta gedung bordil); menyerbu sebuah istana yang dipenuhi oleh Orc untuk menggorok leher seekor bayi naga yang menyimpan dua kristal dari lehernya (dicerminkan oleh Amber yang mencuri korek api di saku dada seorang kliennya); dan naik kereta untuk memerangi beberapa penjaga robot jago tembak untuk melucuti bom mereka (dicerminkan oleh Rocket yang berusaha mencuri pisau dapur dari sabuk tukang masak). Selama fantasi terakhirnya, Rocket mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Sweet Pea dan meninggal ketika meledakan bom, yang bersamaan dengan perkelahian bersama tukang masak dimana ia tertusuk pisau saat berusaha melindungi Sweet Pea.
Blue sengaja mendengar Blondie menyampaikan rencana Babydoll tersebut kepada Gorski. Setelah mengetahui kejadian mengerikan di dapur, Blue mengunci Sweet Pea yang berduka atas kematian kakaknya dalam lemari pakaian dan menghadapi sisa gadis-gadis di belakang panggung, Blue pun melanjutkan dengan menembak Amber dan Blondie. Dia kemudian mencoba memperkosa Babydoll, namun ia tertusuk dengan pisau dapur dan Babydool mengambil kunci yang ada di lehernya. Babydoll lalu membebaskan Sweet Pea, dan keduanya menyalakan api sehingga mengakibatkan kebakaran. Saat alarm kebakaran berbunyi, pintu pos pemeriksaan lembaga terbuka. Keduanya berhasil melarikan diri ke halaman, di mana mereka menemukan jalan keluar telah diblokir oleh kerumunan pria. Babydoll menyimpulkan bahwa kelima benda yang diperlukan untuk melarikan diri sebenarnya adalah dirinya sendiri. Meskipun Sweet Pea tidak setuju, ia bersikeras mengorbankan dirinya dengan mengalihkan perhatian para pengunjung, sehingga memungkinkan Sweet Pea dapat menyelinap keluar.
Adegan film terpotong kembali ke RSJ di mana ahli bedah High Roller (Hamm) baru saja melakukan Lobotomi terhadap Babydoll. Dokter bedah bingung oleh ekspresi Babydoll dan mulai untuk pertanyaan kepada Gorski mengapa dia menyetujui prosedur tersebut. Hal ini juga mengungkapkan bahwa kejadian di dunia mimpinya juga terjadi di rumah sakit. Gorski menyadari Blue telah memalsukan tanda tangannya, dan memanggil polisi untuk menangkap Blue yang mencoba untuk memperkosa Babydoll setelah di Labotomi. Sementara dibawa pergi, Blue berteriak bahwa itu keinginan ayah tiri dari Babydool. Ketika Blue ditangkap, Babydoll menutup matanya dan membayangkan pelarian diri Sweet Pea. Adegan terakhir adalah di stasiun bus, di mana Sweet Pea dihentikan oleh polisi saat dia mencoba untuk naik bus ke Fort Wayne. Dia diselamatkan oleh sopir bus (Wise Man) dengan mengelabui dua polisi.
Tuesday, April 19, 2011
The Roommate (2011)
The Roommate merupakan sebuah film thriller ditahun 2011 yang disutradarai oleh Christian E. Christiansen dan diproduseri oleh Roy Lee bersama Doug Davison dan Irene Yeung. Film yang skenarionya ditulis oleh Sonny Mallhi ini dibintangi oleh Leighton Meester, Minka Kelly, Cam Gigandet, Alyson Michalka, Danneel Harris, Katerina Graham, Nina Dobrev, Frances Fisher dan Billy Zane, dirilis pada tanggal 4 Februari 2011, dan didistribusikan oleh Screen Gems.
Inilah film horor suspense remaja berbujet $16 juta yang menjadi ajang debut sineas asal Denmark di kancah film Hollywood. Film ini sekaligus jadi ajang kiprah pertama dua aktris utamanya Meester dan Kelly sebagai pemeran utama. Film yang memakai lokasi syuting di University of Southern California di Los Angeles ini, sebelumnya Meester yang akan berperan sebagai Sara, namun akhirnya digantikan oleh Kelly, dan Meester sendiri berperan sebagai Rebecca. Sebelum film ini, Gigandet dan Michalka juga pernah bermain bersama dalam Easy A (2010).
Menilik jalan ceritanya saja, jujur saja film ini terbilang sangat tidak luar biasa, pasalnya tema yang di angkat dalam film yang sarat dibintangi aktris-aktris muda ini sudah sering kali diangkat oleh berbagai sineas dari belahan dunia manapun, sedangkan untuk kancah Hollywood sendiri tema yang nyaris plek serupa bahkan sudah pernah tersaji lewat film ditahun 1992, Single White Female, yang dibintangi Bridget Fonda dan Jennifer Jason Leigh. Sungguhpun demikian, film yang sudah dirilis sejak awal Februari lalu ini terbukti masih sanggup berbicara banyak dikanca box office, dimana film yang skripnya ditulis oleh Sonny Mallhi ini sempat menjadi pemuncak daftar box office.
Alur Cerita
Sara Matthews (Minka Kelly) memulai tahun pertama-nya kuliah di Universitas of Los Angles. Setelah tiba, ia bertemu teman baru simaniak pesta, Tracy Morgan (Aly Michalka). Sara pun diajak menghadiri sebuah pesta dan berkenalan dengan seorang pemuda bernama Stephen (Cam Gigandet), pemain drummer disebuah band dan segera menjadi pacarnya. Ketika kembali ke kamarnya setelah mengunjungi pesta tersebut, Sara untuk pertama kalinya bertemu rekan sekamarnya, Rebecca Evans (Leighton Meester). Kedua gadis ini mulai menjalin hubungan pertemanan. Ketika Sara mempertemukan Rebecca dengan teman-teman lainnya, dia memperlihatkan reaksi yang sangat dingin.
Rebecca belajar bahwa Sara memiliki kakak perempuan bernama Emily yang meninggal ketika Sara berumur sembilan tahun, dan Sara memiliki kalung Emily serta tato bertuliskan nama adiknya di dadanya. Sarah juga memiliki mantan pacar bernama Jason Tanner (Matt Lanter), yang terus meneleponnya mencoba untuk mengajak berdamai. Dengan berjalannya waktu, obsesi Rebecca terhadap Sara tumbuh dan Sara pun menjadi lebih terganggu. Rebecca mencoba untuk mengisolasinya dengan mengusir siapa saja yang hadir di antara mereka. Hal ini tersirat sejak malam mereka bertemu, Rebecca duduk dalam ruang gelap menunggu Sara pulang. Ketika Tracy mengajak Sara untuk mengunjungi klub dansa di bar, membuat Rebecca menjadi cemburu.
Rebecca kemudian menyerang Tracy saat di kamar mandi dan mengancam akan membunuhnya kecuali dia mau menjauh dari Sara, Rebecca bahkan melukai perut Tracy dari cincin yang terpasang di pusarnya. Hal ini menyebabkan Tracy takut dan merasa hidupnya terancam, yang akhirnya dia pindah ke asrama lain. Ketika Sara meninggalkan ponsel di kamarnya saat keluar kencan dengan Stephen, Rebecca mendengar ponsel Sara berdering dan dia menerimanya hanya untuk menemukan itu adalah telepon dari Jason. Meniru suara Sara, Rebecca mengatakan sesuatu kepada Jason supaya dia tidak pernah menelepon (Sara) lagi.
Beberapa minggu setelah itu, Jason tidak pernah lagi menelepon Sara. Ketika Sara sedang membicarakan interior dengan dosen desain-nya, Professor Roberts (Billy Zane), dia mencoba untuk mencium Sara yang segera Sara ceritakan kepada Rebecca. Cemburu, Rebecca keluar mencari Roberts dan berusaha menggodanya. Disaat itulah Rebecca merekam percakapan mereka pada tape recorder agar terlihat seperti Roberts sedang menyerang dirinya, dan mengirim rekaman tersebut ke dekan yang memungkinkan Roberts dikeluarkan dari universitas. Sara tidak menyadari apa yang telah dilakukan Rebecca, dia terkejut setelah mengetahui di hari berikutnya di kelas bahwa dia memiliki dosen baru bernama Jacobs (Jacqueline Mazarella) untuk mengambil alih kelas desain. Ketika, Irene (Danneel Harris), salah satu teman Sara yang sudah memiliki desain fashion sendiri mengajak Sara untuk pindah ke tempatnya, Rebecca membunuh kucing Sara dengan di tempatkan didalam mesin cuci dan mengatakan kepada Sara kalau kucingnya kabur. Rebecca membuat dirinya agar terlihat seperti diserang seorang preman jalanan ketika mencari kucing Sara. Karena keadaan itulah, Sara memutuskan untuk menghabiskan Thanksgiving dengan Rebecca dan keluarganya.
Setelah tiba, kedua orangtua Rebecca, Alison (Frances Fisher) dan Jeff Evans (Tomas Arana) sangat senang melihat putri mereka datang meskipun tanpa menghubungi mereka dulu. Selama disana, Sara sengaja mendengar percakapan antara Rebecca dan ayahnya, dimana Jeff mengatakan kalau Rebecca sebelumnya mengalami kesulitan untuk mendapatkan teman. Ibunya sengaja menyebutkan didepan Sara kalau Rebecca seharusnya minum obat. Ketika dia bersama Sara pergi ke kedai kopi, mereka bertemu temannya, Maria (Nina Dobrev) beserta dua temannya. Dan karena Rebecca segera mengajak Sara pergi dari kedai itu, Maria mengatakan kepada Rebecca dengan kegelisahan: "Kita tak pernah berteman."
Setelah Thanksgiving, Sara mengetahui bahwa Irene telah kembali dari tur mode-nya, dan ketika Rebecca pergi keluar untuk ke studio, Stephen tiba untuk menemui Sara. Mereka kemudian menemukan sebotol pil Zyprexa dari laci kamar Rebecca, dan mereka belajar bahwa obat itu digunakan untuk mengobati gejala psikotik seperti skizofrenia dan gangguan bipolar, tetapi sepertinya isi botol masih penuh, kemungkinan Rebecca tak pernah meminumnya.
Di sebuah klub, Rebecca dan Irene bertemu, dimana Irene tidak menyadari kalau Rebecca adalah teman sekamar Sara. Rebecca mengetahui kalau Irene tertarik pada wanita, dan dia pun menggoda-nya. Ketika Sara dan Rebecca pergi ke salon tato, Sara menemukan kalau Rebecca men-tato badannya dengan menuliskan nama adiknya di tempat yang sama dengan tato miliknya. Kaget, Sara pun melarikan diri, dia kemudian membungkus barang-barang miliknya kecuali kalung adiknya yang tidak dapat ditemukan keluar dari asramanya. Stephen dan Sara kemudian menemukan buku sketsa Rebecca yang penuh dengan gambar Sara.
Di tengah semua ini, Jason tiba di asrama Sara, dan karena tidak dapat bertemu Sara, Jason menyelipkan catatan untuk Sara di bawah pintu yang mengatakan kalau ia ingin bertemu dengannya dan memberitahu di mana ia tinggal. Mengetahui hal itu, Rebecca membaca catatan tersebut. Dia kemudian menyamar sebagai Sara, dengan memakai kalung kakak Sara, juga tato yang sama, hingga rambutnya dicat baru, dia menuju ke kamar hotel Jason dan menusuk dia sampai mati dengan sebuah boxcutter.
Ketika Sara mendapat pesan telepon dari Irene yang mengatakan dia membutuhkannya datang sesegara mungkin, Sara pun juga segara meninggalkan pesan suara ke ponsel Stephen dengan mengatakan kalau dia akan ke tempat Irene. Ketika tiba, Sara menemukan Irene telah disandera oleh Rebecca dengan menodongkan sebuah pistol. Dia mengungkapkan kepada Sara bahwa ia yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Tracy, Roberts dan Jason, begitu juga dengan kucingnya. Rebecca mengatakan melakukan semua itu karena ia ingin menjadi teman istimewa Sara. Ketika Sara meminta maaf, Rebecca mengampuni namun ia masih ingin membunuh Irene. Keduanya pun mulai berkelahi, dan Stephen tiba tepat waktu untuk membantu menghentikan Rebecca saat berusaha menarik pemicu pistol pada Irene.
Namun, dalam perkelahian yang sedang berlangsung, Rebecca memukul Stephen hingga tak sadarkan diri, dan Sara dibiarkan menggantung keluar di jendela di atas tanah. Meskipun Rebecca menyelamatkannya, Sara tetap meraih pistol berusaha untuk menembak Rebecca, namun pistol tidak ada pelurunya. Rebecca menjadi marah karena ternyata orang yang dianggap temannya akan menembaknya, dia pun menyerang Sara dalam kegilaan dan mencoba untuk mencekiknya. Sara kemudia meraih boxcutter dan menusuk Rebecca dari belakang dan membunuhnya. Sara kemudian mengambil kalung kakaknya yang ada di leher Rebecca.
Setelah itu, Sara pun kembali ke asramanya. Dengan bantuan Stephen, dia mengeluarkan tempat tidur tambahan yang sebelumnya dipakai Rebecca keluar dari kamarnya. Dia menyatakan kepada Stephen bahwa ia tidak ingin teman sekamar untuk sementara waktu.
Inilah film horor suspense remaja berbujet $16 juta yang menjadi ajang debut sineas asal Denmark di kancah film Hollywood. Film ini sekaligus jadi ajang kiprah pertama dua aktris utamanya Meester dan Kelly sebagai pemeran utama. Film yang memakai lokasi syuting di University of Southern California di Los Angeles ini, sebelumnya Meester yang akan berperan sebagai Sara, namun akhirnya digantikan oleh Kelly, dan Meester sendiri berperan sebagai Rebecca. Sebelum film ini, Gigandet dan Michalka juga pernah bermain bersama dalam Easy A (2010).
Menilik jalan ceritanya saja, jujur saja film ini terbilang sangat tidak luar biasa, pasalnya tema yang di angkat dalam film yang sarat dibintangi aktris-aktris muda ini sudah sering kali diangkat oleh berbagai sineas dari belahan dunia manapun, sedangkan untuk kancah Hollywood sendiri tema yang nyaris plek serupa bahkan sudah pernah tersaji lewat film ditahun 1992, Single White Female, yang dibintangi Bridget Fonda dan Jennifer Jason Leigh. Sungguhpun demikian, film yang sudah dirilis sejak awal Februari lalu ini terbukti masih sanggup berbicara banyak dikanca box office, dimana film yang skripnya ditulis oleh Sonny Mallhi ini sempat menjadi pemuncak daftar box office.
Alur Cerita
Sara Matthews (Minka Kelly) memulai tahun pertama-nya kuliah di Universitas of Los Angles. Setelah tiba, ia bertemu teman baru simaniak pesta, Tracy Morgan (Aly Michalka). Sara pun diajak menghadiri sebuah pesta dan berkenalan dengan seorang pemuda bernama Stephen (Cam Gigandet), pemain drummer disebuah band dan segera menjadi pacarnya. Ketika kembali ke kamarnya setelah mengunjungi pesta tersebut, Sara untuk pertama kalinya bertemu rekan sekamarnya, Rebecca Evans (Leighton Meester). Kedua gadis ini mulai menjalin hubungan pertemanan. Ketika Sara mempertemukan Rebecca dengan teman-teman lainnya, dia memperlihatkan reaksi yang sangat dingin.
Rebecca belajar bahwa Sara memiliki kakak perempuan bernama Emily yang meninggal ketika Sara berumur sembilan tahun, dan Sara memiliki kalung Emily serta tato bertuliskan nama adiknya di dadanya. Sarah juga memiliki mantan pacar bernama Jason Tanner (Matt Lanter), yang terus meneleponnya mencoba untuk mengajak berdamai. Dengan berjalannya waktu, obsesi Rebecca terhadap Sara tumbuh dan Sara pun menjadi lebih terganggu. Rebecca mencoba untuk mengisolasinya dengan mengusir siapa saja yang hadir di antara mereka. Hal ini tersirat sejak malam mereka bertemu, Rebecca duduk dalam ruang gelap menunggu Sara pulang. Ketika Tracy mengajak Sara untuk mengunjungi klub dansa di bar, membuat Rebecca menjadi cemburu.
Rebecca kemudian menyerang Tracy saat di kamar mandi dan mengancam akan membunuhnya kecuali dia mau menjauh dari Sara, Rebecca bahkan melukai perut Tracy dari cincin yang terpasang di pusarnya. Hal ini menyebabkan Tracy takut dan merasa hidupnya terancam, yang akhirnya dia pindah ke asrama lain. Ketika Sara meninggalkan ponsel di kamarnya saat keluar kencan dengan Stephen, Rebecca mendengar ponsel Sara berdering dan dia menerimanya hanya untuk menemukan itu adalah telepon dari Jason. Meniru suara Sara, Rebecca mengatakan sesuatu kepada Jason supaya dia tidak pernah menelepon (Sara) lagi.
Beberapa minggu setelah itu, Jason tidak pernah lagi menelepon Sara. Ketika Sara sedang membicarakan interior dengan dosen desain-nya, Professor Roberts (Billy Zane), dia mencoba untuk mencium Sara yang segera Sara ceritakan kepada Rebecca. Cemburu, Rebecca keluar mencari Roberts dan berusaha menggodanya. Disaat itulah Rebecca merekam percakapan mereka pada tape recorder agar terlihat seperti Roberts sedang menyerang dirinya, dan mengirim rekaman tersebut ke dekan yang memungkinkan Roberts dikeluarkan dari universitas. Sara tidak menyadari apa yang telah dilakukan Rebecca, dia terkejut setelah mengetahui di hari berikutnya di kelas bahwa dia memiliki dosen baru bernama Jacobs (Jacqueline Mazarella) untuk mengambil alih kelas desain. Ketika, Irene (Danneel Harris), salah satu teman Sara yang sudah memiliki desain fashion sendiri mengajak Sara untuk pindah ke tempatnya, Rebecca membunuh kucing Sara dengan di tempatkan didalam mesin cuci dan mengatakan kepada Sara kalau kucingnya kabur. Rebecca membuat dirinya agar terlihat seperti diserang seorang preman jalanan ketika mencari kucing Sara. Karena keadaan itulah, Sara memutuskan untuk menghabiskan Thanksgiving dengan Rebecca dan keluarganya.
Setelah tiba, kedua orangtua Rebecca, Alison (Frances Fisher) dan Jeff Evans (Tomas Arana) sangat senang melihat putri mereka datang meskipun tanpa menghubungi mereka dulu. Selama disana, Sara sengaja mendengar percakapan antara Rebecca dan ayahnya, dimana Jeff mengatakan kalau Rebecca sebelumnya mengalami kesulitan untuk mendapatkan teman. Ibunya sengaja menyebutkan didepan Sara kalau Rebecca seharusnya minum obat. Ketika dia bersama Sara pergi ke kedai kopi, mereka bertemu temannya, Maria (Nina Dobrev) beserta dua temannya. Dan karena Rebecca segera mengajak Sara pergi dari kedai itu, Maria mengatakan kepada Rebecca dengan kegelisahan: "Kita tak pernah berteman."
Setelah Thanksgiving, Sara mengetahui bahwa Irene telah kembali dari tur mode-nya, dan ketika Rebecca pergi keluar untuk ke studio, Stephen tiba untuk menemui Sara. Mereka kemudian menemukan sebotol pil Zyprexa dari laci kamar Rebecca, dan mereka belajar bahwa obat itu digunakan untuk mengobati gejala psikotik seperti skizofrenia dan gangguan bipolar, tetapi sepertinya isi botol masih penuh, kemungkinan Rebecca tak pernah meminumnya.
Di sebuah klub, Rebecca dan Irene bertemu, dimana Irene tidak menyadari kalau Rebecca adalah teman sekamar Sara. Rebecca mengetahui kalau Irene tertarik pada wanita, dan dia pun menggoda-nya. Ketika Sara dan Rebecca pergi ke salon tato, Sara menemukan kalau Rebecca men-tato badannya dengan menuliskan nama adiknya di tempat yang sama dengan tato miliknya. Kaget, Sara pun melarikan diri, dia kemudian membungkus barang-barang miliknya kecuali kalung adiknya yang tidak dapat ditemukan keluar dari asramanya. Stephen dan Sara kemudian menemukan buku sketsa Rebecca yang penuh dengan gambar Sara.
Di tengah semua ini, Jason tiba di asrama Sara, dan karena tidak dapat bertemu Sara, Jason menyelipkan catatan untuk Sara di bawah pintu yang mengatakan kalau ia ingin bertemu dengannya dan memberitahu di mana ia tinggal. Mengetahui hal itu, Rebecca membaca catatan tersebut. Dia kemudian menyamar sebagai Sara, dengan memakai kalung kakak Sara, juga tato yang sama, hingga rambutnya dicat baru, dia menuju ke kamar hotel Jason dan menusuk dia sampai mati dengan sebuah boxcutter.
Ketika Sara mendapat pesan telepon dari Irene yang mengatakan dia membutuhkannya datang sesegara mungkin, Sara pun juga segara meninggalkan pesan suara ke ponsel Stephen dengan mengatakan kalau dia akan ke tempat Irene. Ketika tiba, Sara menemukan Irene telah disandera oleh Rebecca dengan menodongkan sebuah pistol. Dia mengungkapkan kepada Sara bahwa ia yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Tracy, Roberts dan Jason, begitu juga dengan kucingnya. Rebecca mengatakan melakukan semua itu karena ia ingin menjadi teman istimewa Sara. Ketika Sara meminta maaf, Rebecca mengampuni namun ia masih ingin membunuh Irene. Keduanya pun mulai berkelahi, dan Stephen tiba tepat waktu untuk membantu menghentikan Rebecca saat berusaha menarik pemicu pistol pada Irene.
Namun, dalam perkelahian yang sedang berlangsung, Rebecca memukul Stephen hingga tak sadarkan diri, dan Sara dibiarkan menggantung keluar di jendela di atas tanah. Meskipun Rebecca menyelamatkannya, Sara tetap meraih pistol berusaha untuk menembak Rebecca, namun pistol tidak ada pelurunya. Rebecca menjadi marah karena ternyata orang yang dianggap temannya akan menembaknya, dia pun menyerang Sara dalam kegilaan dan mencoba untuk mencekiknya. Sara kemudia meraih boxcutter dan menusuk Rebecca dari belakang dan membunuhnya. Sara kemudian mengambil kalung kakaknya yang ada di leher Rebecca.
Setelah itu, Sara pun kembali ke asramanya. Dengan bantuan Stephen, dia mengeluarkan tempat tidur tambahan yang sebelumnya dipakai Rebecca keluar dari kamarnya. Dia menyatakan kepada Stephen bahwa ia tidak ingin teman sekamar untuk sementara waktu.
Subscribe to:
Posts (Atom)


