Monday, April 11, 2011

Your Highness (2011)

Your Highness merupakan sebuah film komedi fantasi ditahun 2011 yang disutradarai oleh David Gordon Green dan diproduseri oleh Scott Stuber. Film yang naskahnya ditulis oleh produser Danny McBride bersama Ben Best ini dibintangi oleh McBride sendiri bersama dengan James Franco, Natalie Portman dan Zooey Deschanel. Film produksi Stuber Productions ini dirilis pada tanggal 8 April 2011 dan didistribusikan oleh Universal Pictures.

Pasca mengeluarkan kemampuan terbaik mereka, aktor nominasi Oscar dalam 127 Hours (2010); James Franco dan aktris peraih Oscar dalam Black Swan (2010); Natalie Portman, kelihatannya ingin sedikit 'bersantai' dengan terlibat dalam film ringan, dan pilihan tersebut jatuh ke film arahan sutradara David Gordon Green ini, Your Highness. Film ini merupakan kolaborasi kedua antara Green dengan Franco, yang sebelumnya mereka pernah berkolaborasi dalam Pineapple Express (2008). Danny McBride yang juga menjabat sebagai produser, melengkapi jajaran pemain alumnus Pineapple Express dalam film ini. Apabila menilik kolaborasi ini di film sebelumnya, seharusnya Your Highness cukup menjanjikan di tengah kepungan film-film unggulan lainnya. Namun ternyata film yang telah mengeluarkan bujet sebesar $50 juta ini hanya mampu meraup pemasukan dibawah modal pembuatannya, yaitu sebesar $26,121,638.

Alur Cerita

Thadeous (Danny McBride) dan Fabious (James Franco) adalah dua pangeran dari Kerajaan Mourne, dan putra dari Raja Tallious (Charles Dance). Mereka berdua memiliki sifat yang berlawanan, Fabious adalah seorang ksatria yang gagah dan berjiwa pahlawan, sedangkan Thadeous seorang pemalas dan angkuh, yang menghabiskan hidupnya dalam bayang-bayang saudaranya tersebut. Merasa letih hanya sanggup menyaksikan kemahsyuran saudaranya, Thadeous kemudian terjerumus dalam kenikmatan ganja, minuman dan juga wanita. Permasalahan dimulai ketika Fabious kembali dari peperangannya dengan membawa seorang gadis cantik bernama Belladonna (Zooey Deschanel), yang ditolongnya saat gadis itu dikurung di menara oleh penyihir jahat bernama Leezar (Justin Theroux). Fabious memutuskan untuk menikah dengannya, namun upacara pernikahan mereka terganggu oleh kedatangan Leezar yang telah menculik kembali Belladonna. Thadeous kemudian dipaksa untuk bergabung membantu Fabious beserta pasukan kerajaan yang dipimpin oleh Boremont (Damian Lewis), untuk menyelamatkan Belladonna, itupun karena didorong oleh ultimatum ayahnya yang bakal menendangnya dari kerajaan.

Mengunjungi seorang Penyihir Bijak (Mario Torres Jr.), dua saudara ini belajar bahwa Leezar berupaya untuk memenuhi nubuat seorang master penyihir jahat, di mana dia akan bercinta dengan seorang gadis ketika dua bulan bertemu untuk menciptakan seekor naga yang akan memungkinkan dia mengambil alih Kerajaan Mourne. Untuk menghancurkan Leezar, mereka diberi sebuah kompas ajaib yang akan menunjukkan tempat legenda Pedang Unicorn yang terletak di sebuah labirin. Dalam perjalanan, mereka menemukan bahwa budak Fabious bernama Julie (Toby Jones) telah menghubungi Leezar, dan belajar bahwa pasukan kerajaannya juga telah melayani penyihir tersebut. Mereka akhirnya melarikan diri bersama Courtney (Rasmus Hardiker), seorang budak dari Thadeous. Saat di sungai, Fabious mengirim burung mekanis kerajaan bernama Simon untuk memberitahu sang Raja tentang pengkhianatan mereka dan untuk meminta bala bantuan. Thadeous, Fabious dan Courtney kemudian ditangkap oleh para nimfa yang dipimpin oleh Marteetee (John Fricker), memenjarakan mereka di sebuah arena, di mana Fabious dapat membunuh prajurit terbaik dari Marateetee. Sebagai pembalasan, Marteetee memanggil monster peliharaannya, seekor ular berkepala lima yang disebut dengan hydra untuk membunuh mereka.

Mereka kemudian diselamatkan oleh Isabel (Natalie Portman), seorang prajurit yang ingin membalas dendam terhadap Marteetee, yang telah membunuh ayahnya. Malam itu, Fabious dan Courtney meninggalkan mereka berdua, di mana Thadeous tak sengaja mengungkapkan pada Isabel tentang tujuan dari perjalanan mereka, dan juga tentang kompas. Keesokan harinya, kelompok menemukan bahwa Isabel telah mencuri kompas dan melarikan diri. Marah terhadap perilaku egois saudaranya, Fabious memutuskan untuk menemukan Pedang Unicorn sendiri. Saat Thadeous dan Courtney pergi ke bar, mereka menemukan Isabel dan segera merebut kompasnya kembali. Namun, setelah menemukan bahwa saudaranya telah ditangkap oleh anak buah Leezar, Thadeous bergabung dengan Isabel yang juga ingin menghancurkan Leezar. Isabel kemudian mengungkapkan bahwa 3 ibu Leezar (diperankan oleh Matyelok Gibbs, Angela Pleasence dan Anna Barry) telah membantai saudara-saudaranya, dan dia tak mampu menghentikan Leezar. Mereka bertiga kemudian memasuki sebuah labirin yang dilindungi oleh monster berbentuk manusia yang berkepala banteng; Minotaur (Brian Steele). Terpisah dari yang lainnya, Thadeous mengambil Pedang Unicorn, dan setelah uji layak, dia menghunuskan pedang tersebut pada monster tersebut di saat Isabel menggunakan panflute nya untuk menenangkannya.

Thadeous kini telah berubah, dengan bangga dia mengenakan penis Minotaur yang diputus sebagai kalung medali ketika dirinya tidak mampu mendapatkan salah satu tanduknya. Thadeous dan kelompoknya kemudian menuju istana Leezar dan membebaskan Fabious serta memberikannya Pedang Unicorn. Seperti juga yang lainnya, mereka telah membunuh Julie, Boremont beserta anak buahnya, dan ketiga ibu Leezar. Fabious kemudian menggunakan Pedang Unicorn untuk mengakhiri hidup Leezar sebelum dapat memperkosa Belladonna.

Setelah kemenangan mereka, para pahlawan pulang, namun Isabel melanjutkan pencarian lain. Fabious dan Belladonna akhirnya menikah, dan Thadeous ke kamar tidurnya untuk masturbasi sebelum tidur. Ia kemudian didekati Isabel, yang mengungkapkan bahwa dia telah jatuh cinta padanya. Namun untuk berhubungan seks, Isabel harus terlebih dahulu membunuh seorang penyihir jahat yang berada di pegunungan salju di Shahmir. Penyihir tersebut memantrai sebuah sabuk kesucian yang dipasangkan pada Isabel. Meskipun ia tidak ingin pergi keluar, dengan memeluknya Thadeous meyakinkan Isabel agar mengajaknya pergi bersama dalam petualangan baru. --source: berbagai sumber--

Insidious (2010)

Film Insidious ini sedikit mengingatkan kita pada gaya menakut-nakuti klasik di dalam rumah hantu. Kita sesungguhnya tahu bahwa hantu itu tidak ada, namun di dalam sana tetap saja perasaan tercekam begitu kuat dan membuat kita terus menahan napas sampai film usai. Semua itu berkat karakter yang kuat, alur cerita yang tak mudah ditebak, dan tentu saja suasana yang dibangun oleh sutradara film horor James Wan yang sudah terbukti sejak membuat Saw (2004), Dead Silence (2007) dan Death Sentence (2007). Formula di film ini sesuai pakem yang banyak dipakai film-film hantu. Rumah dengan banyak kamar, celah, koridor, tangga, lemari, bayangan, serta loteng tua berderit dan peluit. Karakter utama yang terlihat normal namun misterius, tanpa satu pun foto dari masa kecil. Dia juga sering pulang terlambat. Latar kisahnya juga tak jauh dari dunia supranatural yang membagi dunia atas alam nyata dan astral di mana roh-roh berdiam.

Tak heran jika selama 101 menit film ini meneror penonton dengan gambar-gambar mengerikan dan menakutkan, dilengkapi dengan adegan kekerasan yang penuh pekikan dan teriakan. Meskipun demikian, film ini tetap tersusun logis dengan hubungan sebab akibat yang jelas. Bumbu komedi dengan kehadiran hantu yang dimainkan membuat penonton sedikit menarik napas sebelum memasuki jeda ketegangan yang memuncak. Sebuah tontonan yang layak bagi mereka yang mengharapkan spirit ketakutan ala Poltergeist (1982) dan The Exorcist (1973).

Untuk jajaran para pemainnya, film ini dibintangi oleh aktor yang memulai debutnya ketika membintangi serial TV New Zealand dalam Rude Awakenings; Patrick Wilson, aktris Australia yang berperan sebagai Brieis dalam Troy (2004); Rose Byrne, aktor cilik yang sebelumnya bermain dalam The Next Three Days (2010); Ty Simpkins, aktris yang berperan sebagai Erica Sayers dalam Black Swan (2010); Barbara Hershey, aktris yang turut bergabung dalam Asylum (2008); Lin Shaye, serta aktor Australia yang juga menjabat sebagai penulis naskah film ini; Leigh Whannell.

Film ini mulai syuting awal 2010, dan sempat diberi judul The Further, kemudian berganti The Astral, sebelum akhirnya Insidious menjadi judul terakhir. Pertama kali diputar pada Toronto International Film Festival pada 14 September 2010, film yang hanya berbujet $1,5 juta ini berhasil meraup pendapatan sebesar $97,009,150 dari peredarannya di seluruh dunia.

Alur Cerita

Film dimulai dengan munculnya seorang wanita tua misterius (Philip Friedman), yang kelihatannya seperti hantu berada didekat sebuah jendela belakang rumah, sementara anak laki-laki sedang tidur di kamarnya.

Sepasang suami istri, Renai (Rose Byrne) dan Josh Lambert (Patrick Wilson), baru saja pindah ke rumah baru mereka bersama ketiga anak mereka; Dalton (Ty Simpkins), Foster (Andrew Astor), dan si bungsu yang masih balita, Cali. Di pagi hari, Renai mulai melihat-lihat album foto keluarganya bersama Dalton. Si anak bertanya mengapa tidak ada foto masa kecil ayahnya. Renai mengatakan kalau ayahnya tidak pernah menyimpan foto kecilnya (padahal sebenarnya Josh selalu takut kalau di foto).

Saat Renai turun dari kamar sebelumnya, dia menata rapi beberapa buku di rak terdekat. Sesaat kemudian, buku-buku tersebut tergeletak di lantai. Renai memberitahu Dalton untuk tidak meletakkan buku-buku ibunya di lantai, namun Dalton mengatakan kalau dia tidak menyentuh buku-buku tersebut sama sekali. Dalton kemudian mengatakan kepada ibunya kalau dia takut di kamar barunya. Beberapa waktu kemudian, Dalton seperti sedang dipermainkan, ia mendengar suara di loteng dan pergi untuk menyelidikinya. Dia melangkah untuk menyalakan lampu pada tangga yang sudah rusak, yang menyebabkan dia jatuh.

Di pagi hari berikutnya, Josh pergi untuk membangunkan Dalton, namun Dalton tidak bergerak. Mereka segera membawanya ke rumah sakit, disana Dokter Sercarz (Ruben Pla), mengatakan kalau dia tidak menemukan ada gangguan pada otak Dalton, namun secara teknis dia berada dalam keadaan koma.

Tiga bulan kemudian, Dalton masih dalam keadaan koma, mereka membawa pulang untuk merawatnya dirumah. Peristiwa mengganggu mulai terjadi. Renai percaya rumahnya berhantu ketika dia mulai mendengar suara orang-orang dari monitor bayi di kamar Cali. Beberapa hari berikutnya, peristiwa paranormal mulai terjadi. Foster mengatakan kepada ibunya kalau dia melihat kakaknya Dalton sedang berjalan dalam tidur. Beberapa malam kemudian, ada seseorang mengetuk pintu, dan ketika Josh menyelidiki, Renai menemukan Cali diawasi oleh seorang pria di jendela rumahnya. Alarm berbunyi dan Josh menemukan pintu depan rumahnya terbanting terbuka.

Suatu malam, setelah Josh pulang kerja dan tiba di rumah, dia dihadapkan oleh Renai tentang kejadian misterius di rumahnya, yang mengklaim bahwa rumahnya ini berhantu. Ketika Josh tidak mempercayainya, Renay menunjukkan kepadanya bercak darah di seprai kamar tidur Dalton. Tak lama kemudian, Renai hampir diserang oleh seorang pria misterius di kamar tidurnya. Josh bergegas ke kamarnya, tetapi menemukan tidak ada orang lain di kamar itu. Tidak dapat mengabaikan apa yang sedang terjadi, Josh setuju untuk pindah rumah. Tapi kepindahannya ke rumah baru membuat sia-sia keluarganya, karena peristiwa misterius mulai terjadi lagi dirumah barunya ini.

Ibu Josh, Lorraine (Barbara Hershey), percaya apa yang Renai katakan tentang keberadaan hantu, dia lalu memangil temannya, Elise Reiner (Lin Shaye), seorang paranormal. Kemudian Elise bersama dua asistennya; Specs (Leigh Whannell) dan Tucker (Angus Sampson) memasuki kamar Dalton. Di sana, Elise melihat sosok makhluk yang digambar oleh salah satu asistennya. Yang menarik, sosok makhluk tersebut berwarnah hitam dengan wajah merah dan mata cekung gelap pada langit-langit kamar Dalton.

Elise menjelaskan kepada Renai dan Josh bahwa Dalton memiliki kemampuan untuk proyeksi astral saat tidur, yaitu jiwa-nya dapat melakukan perjalanan diluar jasadnya, dan ia telah melakukan itu sejak ia masih kecil yang menurutnya hanya mimpi. Alasan dia dalam keadaan koma yang lama adalah bahwa ia telah meninggalkan tubuhnya terlalu jauh ke dunia spiritual dan menjadi tersesat di tempat yang tak boleh dimasuki orang hidup yaitu tempat untuk arwah-arwah penasaran. Dia juga mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan Dalton ini menarik perhatian setan, dan setan berwajah merah yang ada dikamarnya tersebut telah tertarik kepada Dalton dan memisahkan dia dari tubuhnya, dengan harapan bahwa Dalton dapat mengambil alih untuk tujuan kejahatan setan tersebut.

Josh pada awalnya tidak percaya, dia kemudian mengalah ketika ia menemukan Dalton telah menggambar gambar-gambar yang menyerupai sosok makhluk yang Elise gambarkan. Lorraine kemudian mengungkapkan kepada kepada pasangan, bahwa Josh juga dapat memproyeksikan astral seperti apa yang Dalton alami, karena Josh saat masih kecil sempat diteror oleh roh penasaran.

Lorraine kemudian menunjukkan mereka foto-foto dari masa kecil Josh. Di setiap fotonya, bayangan seorang wanita tua sedang mengintai Josh. Elise menunjukkan bahwa Josh harus menggunakan kemampuannya untuk mencari dan membantu mengembalikan jiwa Dalton. Josh pun setuju.

Josh mulai memproyeksikan dirinya, menemukan dan membebaskan putranya yang telah diculik oleh iblis berwajah merah. Dalam mencari tubuh fisik mereka, Josh dan Dalton melarikan diri dari iblis yang mengejar mereka. Tepat sebelum keduanya terbangun, Josh meninggalkan anaknya dalam rangka menghadapi bayangan wanita tua yang tampaknya berada di dalam rumahnya, bersama dengan beberapa roh-roh lainnya. Saat ia berteriak untuk melepaskan dirinya dari sang iblis, dia mundur ke dalam kegelapan. Beberapa saat kemudian, Josh terbangun, seperti juga Dalton, bersamaan dengan semua roh yang lenyap.

Sekarang keluarga dapat bersatu kembali, Renai, Dalton dan Lorraine sangat bahagia dimana mereka ngobrol di dapur. Elise yang di dampingi oleh Josh, mulai berkemas dari malam panjangnya. Josh memberikan Elise foto dari masa kecilnya. Setelah itu, Elise mengambil gambar Josh dari kamera digital-nya. Josh kemudian marah, mengatakan kalau dia tidak suka difoto. Renai mendengar perkelahian mereka dan segera datang untuk menemukan Elise mati dan Josh menghilang. Dia mulai panik untuk mencari Josh di dalam rumah, dan mengambil kamera Elise. Ternyata gambar dalam kamera tersebut bukanlah Josh, tapi wanita tua. Tangan Josh kemudian ditempatkan di bahu Renai, dan ketika dia membalikkan mukanya, Renai menghadapi ketakutan dengan terengah-engah. --source: berbagai sumber--

Soul Surfer (2011)

Soul Surfer merupakan sebuah film drama Amerika ditahun 2011 yang diadaptasi dari kisah nyata kehidupan peselancar muda Amerika, Bethany Hamilton, yang kehilangan lengannya usai diserang seekor hiu ketika berusia 13 tahun. Film ini disutradarai oleh Sean McNamara berdasarkan skenario pada buku biografi Hamilton dengan judul sama, dan pada wawancara pembuat film dengan keluarga Hamilton. Film ini dibintangi oleh AnnaSophia Robb yang berperan sebagai Hamilton, juga menghadirkan dua bintang ternama yakni Dennis Quaid dan Helen Hunt yang berperan sebagai orang tua Hamilton.

Rencana untuk membuat film ini sudah sejak lama setelah serangan hiu terhadap Hamilton pada tahun 2003 dan saat dia sembuh. Film ini diadaptasikan pada buku biografi Hamilton tahun 2004, sutradara dan produser David Brookwell mewawancarai keluarga Hamilton untuk mempelajari masalah yang terjadi untuk dimasukkan dalam film. Pembuatan film berlangsung di Hawaii pada awal tahun 2010, dan suting tambahan berlangsung di Tahiti pada bulan Agustus 2010.

FilmDistrict, lebel yang diluncurkan pada bulan September 2010, membentuk kemitraan dengan TriStar Pictures untuk merilis film ini di bioskop. Perusahaan film ini awalnya mengantisipasi untuk merilis film di 300 bioskop, tetapi perusahaan tersebut terkesan cukup dengan produksi akhir untuk mengejar perilisan di 2.000 bioskop. Film ini dirilis di bioskop di Amerika Serikat dan Kanada pada tanggal 8 April 2011.

Alur Cerita

Bethany Hamilton (AnnaSophia Robb) adalah wanita yang terlahir menjadi seorang surfer. Seumur hidupnya dia hanya tahu surfing dan surfing sudah menjadi bagian dari hidupnya. Dia tinggal di Kauai, Hawaii bersama orang tuanya, Tom (Dennis Quaid) dan Cheri (Helen Hunt), serta dua saudaranya, Noah (Ross Thomas) dan Timmy (Chris Brochu), yang kesemuanya adalah peselancar. Bersama dengan teman baiknya yang juga peselancar, Alana (Lorraine Nicholson), Bethany akhirnya mencoba memasuki kompetisi. Dia pun berhasil menempati juara pertama sementara Alana juara ketiga, sedangkan pemenang kedua adalah Malina (Sonya Balmores), yang menjadi marah akan hal itu.

Pagi itu Bethany dan Alana turun ke laut bersama ayah dan saudara Alana, Holt (Kevin Sorbo) dan Byron (Jeremy Sumpter). Saat surfing, tak ada keraguan sedikit pun di hatinya. Tiba-tiba saja, entah dari mana seekor ikan hiu raksasa muncul dan menyerang Bethany. Dia berhasil terselamatkan namun dia telah kehilangan lengan kirinya. Meski terdengar sederhana namun ini berarti hidup Bethany sudah berakhir. Ia tak mungkin bisa berselancar lagi. Semuanya sudah berakhir buatnya.

Pelan-pelan, dengan bantuan kedua orang tuanya, Bethany mulai pulih meski ia sadar kalau semuanya tak akan sama lagi seperti dulu. Namun sepertinya takdirnya memang menjadi seorang peselancar. Dia kembali dalam air dan belajar untuk surfing dengan satu tangan, dan kembali memasuki kejuaraan. Namun dalam kompetisi tersebut, dia dapat dikalahkan oleh saingannya, Malina, yang menempati juara pertama. Berkecil hati, dia memutuskan untuk menyerah dengan keinginannya untuk surfing. Dan ketika Bethany bergabung dengan kelompok pemuda yang dipimpin oleh Sarah (Carrie Underwood) dalam perjalanan misi untuk membantu korban tsunami di Thailand, ia baru menyadari kalau ia masih bisa berguna meskipun satu tangannya sudah hilang. Dengan semangat baru dan bantuan keluarga dan teman-temannya, akhirnya dia kembali turun ke laut dengan papan selancarnya.

Ayahnya kemudian membuat pegangan pada papan selancar Bethany, yang dapat dia gunakan untuk mencegahnya jatuh saat kena ombak. Tom juga meyakinkan putrinya bahwa dia memiliki naluri seorang surfer dalam pengindraannya ketika ombak akan terbentuk. Bethany pun akhirnya dapat memasuki Kejuaraan Nasional, dan juga berkat Malina yang memperlakukan dirinya sebagai pesaing sungguhan. Dalam kejuaraan tersebut, babak demi babak dapat dilewati Bethany dengan baik. Dan saat memasuki babak final, Bethany harus bersaing dengan 5 kontestan lainnya termasuk dengan Malina dan Alana. Tiba-tiba, di menit-menit terakhir perlombaan, ombak telah mereda dan semua peselancar hanya bisa berkeliaran menunggu untuk memulainya kembali. Keyakinan Tom dalam naluri putrinya terbukti ketika Bethany adalah satu-satunya kontestan yang merasakan ombak besar yang akan terbentuk, di mana ia segera mendayung sendirian di luar barisan, sementara yang lainnya hanya menunggu waktu perlombaan habis. Ketika ombak mulai terbentuk, Bethany mulai mendayung namun bertepatan dengan suara peluit, yang menandakan waktu perlombaan sudah habis (jika saja masih ada waktu, Bethany pasti akan memenangkan kejuaraan tersebut). Malina akhirnya menjadi pemenangnya, namun dia telah melupakan perbedaannya dengan Bethany, di mana dia mengundangnya ke atas podium untuk berbagi kemenangan bersamanya.

Selanjutnya, Bethany memungkinkan para wartawan untuk mewawancarai dirinya. Salah satunya bertanya kepadanya; apa yang ia akan lakukan jika diberi kesempatan untuk kembali ke waktu sebelum dia kehilangan lengannya. Bethany kemudian mengatakan bahwa dia takkan mengubah apa yang telah terjadi pada dirinya, karena sekarang ia telah mendapatkan peluang untuk merangkul lebih banyak orang daripada yang bisa ia lakukan ketika masih memiliki dua tangan.